Dalam gambar — Ribuan jemaah berkumpul di Masjid Al-Aqsa untuk tarawih pertama Ramadan

Polisi Israel meningkatkan berbagai langkah pembatasan sewenang-wenang di sekitar Kota Tua, dengan lebih dari 250 larangan terhadap warga Palestina untuk memasuki masjid sejak awal tahun.

By
Meski pembatasan makin ketat dan imam masjid baru ditahan, jamaah memadati halaman saat awal bulan suci Muslim. / AA

Ribuan warga Palestina melaksanakan salat Tarawih pertama pada bulan suci Ramadan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, sementara Polisi Israel terlihat berjaga di berbagai titik kawasan tersebut.

Para jemaah memenuhi ruang salat tertutup dan halaman terbuka masjid pada malam hari, sementara Sheikh Yusuf Abu Sneineh, khatib Masjid Al-Aqsa, memimpin salat malam.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan polisi Israel ditempatkan di dalam kompleks dan bergerak di antara jemaah selama pelaksanaan salat.

Salat tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur yang diduduki, khususnya di dalam dan sekitar Kota Tua serta kompleks Al-Aqsa, di mana otoritas Israel memperketat berbagai pembatasan sewenang-wenang, termasuk penangkapan dan larangan sementara terhadap tokoh agama serta aktivis.

Euro-Mediterranean Human Rights Monitor menyatakan bahwa pembatasan Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, meningkat menjelang Ramadan dan memengaruhi akses ke tempat ibadah.

Menurut data yang dikutip Jerusalem Governorate, lebih dari 250 perintah pelarangan terhadap warga Palestina untuk memasuki Al-Aqsa telah dikeluarkan sejak awal 2026.

Pada Senin malam, polisi Israel menahan Sheikh Mohammad Al-Abbasi, imam Masjid Al-Aqsa, sebelum akhirnya membebaskannya dan menjatuhkan larangan masuk ke masjid selama satu minggu yang dapat diperpanjang, menurut keterangan otoritas setempat.

Israel telah meningkatkan serangan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sejak melancarkan operasi militer di Gaza pada Oktober 2023.