IKLIM
2 menit membaca
4 gunung api erupsi bersamaan di Indonesia
Aktivitas vulkanik terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 6 September 2026. Hingga pukul 09.00 WIB, empat gunung api dilaporkan mengalami erupsi, yaitu Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru.
4 gunung api erupsi bersamaan di Indonesia
4 gunung api erupsi bersamaan di Indonesia

Keempat gunung tersebut berada di wilayah berbeda, mulai dari Selat Sunda, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku Utara.

1. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus mengalami erupsi sejak Jumat malam, 4 September. Abu vulkaniknya dilaporkan menyebar hingga sejumlah wilayah, termasuk Bengkulu dan Jakarta.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi kembali terjadi pada Minggu pukul 07.10 WIB. Letusan berlangsung selama 16 detik dengan amplitudo maksimum 50 milimeter.

2. Gunung Ibu

Aktivitas erupsi juga terjadi di Gunung Ibu, Maluku Utara, pada Minggu. Berdasarkan laporan Badan Geologi, kolom letusan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut.

3. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tercatat mengalami beberapa kali erupsi dalam dua hari terakhir.

Erupsi terbesar terjadi pada Minggu pukul 06.41 WITA. Kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Abu berwarna kelabu tebal terlihat bergerak ke arah tenggara. Erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 82 detik.

4. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi pada Minggu pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Badan Geologi mencatat erupsi berlangsung selama 102 detik dengan amplitudo maksimum 23 milimeter.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

SUMBER:TRT Indonesia