DUNIA
2 menit membaca
Iran sebut Selat Hormuz terbuka untuk 'dunia' tetapi tertutup untuk 'musuh'
Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Velayati, mengatakan bahwa perang Israel-AS 'akan berakhir dengan syarat Iran' sementara Iran mempertahankan kendali atas Selat Hormuz yang strategis.
Iran sebut Selat Hormuz terbuka untuk 'dunia' tetapi tertutup untuk 'musuh'
"Negara-negara sahabat" masih memiliki akses ke jalur pelayaran energi vital Selat Hormuz, kata Iran. [Foto arsip] / AA
3 jam yang lalu

Iran mengatakan pada hari Kamis (2/4) bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi pelayaran global tetapi “tertutup” bagi kapal musuh-musuhnya dan pangkalan-pangkalan mereka di kawasan itu.

Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pernyataan di perusahaan media sosial AS X bahwa hasil perang akan ditentukan oleh strategi Iran, bukan oleh apa yang ia sebut sebagai “ilusi” lawan-lawannya.

“Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tetapi akan tetap tertutup bagi musuh rakyat Iran dan pangkalan-pangkalan mereka di wilayah ini,” tambahnya.

Velayati menambahkan bahwa perang akan berakhir atas ketentuan Iran.

“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan keterpesonaan dan ilusi para agresor,” ujarnya.

Pernyataannya muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan dari Gedung Putih bahwa Iran tersisa “sangat sedikit” peluncur rudal dan bahwa kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah “sangat dibatasi.”

Trump mengatakan ia memperkirakan perang akan berlangsung dua hingga tiga minggu lagi namun percaya konflik itu mendekati “akhir.”

Teheran telah mempertahankan kendali efektif atas Selat Hormuz, sebuah jalur air penting bagi pasokan energi ke negara-negara Asia, memungkinkan kapal-kapal dari negara-negara yang oleh Iran disebut “negara sahabat” untuk melintasi.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.340 kematian, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

TerkaitTRT Indonesia - UEA dukung tindakan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz
SUMBER:TRT World & Agencies