POLITIK
1 menit membaca
Perdana Menteri Armenia siap tandatangani perjanjian damai dengan Azerbaijan
Kedua negara tersebut telah menyetujui rancangan perjanjian pekan lalu, menandai langkah besar untuk penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
00:00
Perdana Menteri Armenia siap tandatangani perjanjian damai dengan Azerbaijan
“Rancangan Perjanjian Perdamaian antara #Armenia dan #Azerbaijan telah disepakati dan menunggu untuk ditandatangani. Saya siap untuk membubuhkan tanda tangan saya di bawah draf yang telah disepakati,” kata Pashinyan dalam sebuah pernyataan. / Foto: Reuters / Reuters

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, menyatakan kesiapannya untuk menandatangani rancangan perjanjian damai yang telah disepakati antara negaranya dan negara tetangganya, Azerbaijan.

"Rancangan perjanjian antara Armenia dan Azerbaijan telah disepakati dan menunggu untuk ditandatangani. Saya siap membubuhkan tanda tangan saya pada rancangan yang telah disepakati," kata Pashinyan dalam sebuah pernyataan di X pada hari Rabu.

Pernyataan Pashinyan ini muncul setelah Azerbaijan dan Armenia secara terpisah mengumumkan kesepakatan atas rancangan perjanjian damai pada Kamis lalu, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan membangun hubungan diplomatik antara Baku dan Yerevan.

Hubungan antara kedua bekas republik Soviet ini telah tegang sejak tahun 1991 ketika militer Armenia menduduki Karabakh—sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan—dan tujuh wilayah sekitarnya.

Sebagian besar wilayah tersebut berhasil dibebaskan oleh Azerbaijan selama perang 44 hari pada musim gugur 2020, yang berakhir dengan perjanjian damai yang dimediasi oleh Rusia. Perjanjian ini membuka jalan bagi pembicaraan normalisasi dan penetapan batas wilayah.

Pada September 2023, Azerbaijan berhasil menegakkan kedaulatan penuh di Karabakh setelah pasukan separatis di wilayah tersebut menyerah.

SUMBER:TRT World