Indonesia dan Malaysia perkuat diplomasi bilateral hadapi tantangan global

Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat upaya diplomatik guna meredakan konflik, melindungi warga sipil, dan membuka ruang bagi negosiasi menuju penyelesaian damai.

By
Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen bersama untuk memitigasi dampak ekonomi dari berbagai konflik. / BPMI Setpres RI

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyambut hangat Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (27/3). Pertemuan ini membahas geopolitik di Timur Tengah dan penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menekankan perlunya memperkuat integrasi regional untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global. PM Anwar menyoroti perlunya "memperkuat integrasi regional yang prinsipil untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan ketahanan ekonomi" di tengah kondisi geopolitik yang berubah cepat.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa Indonesia dan Malaysia "menegaskan komitmen bersama untuk memitigasi dampak ekonomi dari berbagai konflik." Terkait kenaikan harga minyak akibat perang di Timur Tengah, untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Anwar menyebutkan sejumlah langkah Malaysia, termasuk pengurangan kuota bahan bakar bersubsidi bagi warga dan pembatasan pembelian diesel di negara bagian timur Sabah dan Sarawak untuk mencegah penimbunan dan penyelundupan. 

Kedua pemimpin juga sepakat untuk memperkuat upaya diplomatik guna meredakan konflik, melindungi warga sipil, dan membuka ruang bagi negosiasi menuju penyelesaian damai. PM Anwar menekankan pentingnya rantai pasok global dan jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Di pangkalan udara, PM Anwar menerima penghormatan dari guard of honor dari Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.