BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun, Menkeu: kondisi fiskal masih aman
Pemerintah menegaskan kondisi fiskal tetap terjaga meski total utang Indonesia mendekati Rp10.000 triliun pada akhir Maret 2026.
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun, Menkeu: kondisi fiskal masih aman
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. / Reuters

Posisi utang pemerintah Indonesia tercatat hampir menyentuh Rp10.000 triliun hingga akhir Maret 2026. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total utang mencapai Rp9.920,42 triliun, naik Rp282,52 triliun dibandingkan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp9.637,90 triliun.

Di tengah kenaikan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam kondisi aman. Ia bahkan menilai pengelolaan utang Indonesia relatif lebih hati-hati dibandingkan banyak negara lain.

“Jadi kalau lihat dari itu, harusnya Anda puji-puji kita. Cuma nggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus?” kata Purbaya dalam media briefing di Jakarta Pusat, Senin (11/5), dikutip dari detikNews.

Purbaya menjelaskan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini berada di level 40,75 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah batas aman 60 persen PDB yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

“Kalau kita lihat acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB berapa? 60 persen. Kita masih jauh… jadi aman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa secara indikator fiskal, posisi Indonesia masih terkendali dan tidak melampaui ambang batas risiko yang ditetapkan secara internasional.

Purbaya juga membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, hingga Jepang yang dinilai memiliki rasio lebih tinggi.

“Singapura 180 persen, Malaysia 60 persen lebih, Thailand juga tinggi. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekeliling kita,” kata dia.

Mayoritas utang berasal dari SBN

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, struktur utang pemerintah didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman.

Instrumen SBN tercatat mencapai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total utang, sementara pinjaman berada di level Rp1.267,52 triliun atau 12,78 persen.

Kementerian Keuangan menegaskan komposisi tersebut mencerminkan strategi pembiayaan yang masih didominasi instrumen pasar domestik melalui penerbitan surat utang negara.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 5,9–7,5 persen pada 2027
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia pertimbangkan tingkatkan produksi batu bara seiring kenaikan harga global
Indonesia dan Filipina sepakati skema barter dagang senilai  $350 juta
OpenAI bersiap untuk debut publik di tengah meningkatnya tekanan dari pesaing Anthropic
Lemigas ditugaskan jadi lembaga pengimpor minyak Rusia oleh Kementerian ESDM
BI dan Kemenkeu perkuat koordinasi untuk tarik kembali modal asing dan perkuat Rupiah
Kemendag terapkan aturan teknis sentralisasi ekspor batubara, CPO, dan ferroalloy
Indonesia dan Rusia dorong kerja sama pembangunan koridor kereta api
AS tetapkan tarif 10 persen untuk Indonesia dalam Skema Section 301
China mulai diversifikasi investasi nikel di luar Indonesia di tengah tekanan kebijakan
BI siapkan regulasi usai mandat diperluas, fokus ke pertumbuhan dan lapangan kerja
Indonesia nilai tarif tambahan AS bisa dorong daya saing ekspor produk RI
DSI resmi jadi eksportir tunggal komoditas strategis, Indonesia target dongkrak penerimaan negara
Anthropic usulkan jeda pengembangan AI global, peringatkan peran manusia kian menyempit
Kementerian Transmigrasi dan China kembangkan ekosistem pertanian di Papua Selatan
Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS
IHSG tertekan hingga 4 persen di tengah aksi jual asing dan sentimen domestik
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
Türkiye dan Indonesia percepat realisasi target perdagangan 10 miliar Dolar, kata Fidan
Pelaku usaha desak kejelasan teknis terkait kebijakan baru ekspor SDA
IHSG berpotensi volatil di tengah tekanan harga minyak dan suku bunga tinggi