IKLIM
1 menit membaca
Banjir tewaskan 39 orang di selatan China saat kerusakan bendungan memperburuk bencana
Banjir di wilayah Guangxi, China telah menewaskan setidaknya 39 orang dan 9 orang hilang, sementara jebolnya bendungan dan longsor telah memperparah bencana tersebut.
Banjir tewaskan 39 orang di selatan China saat kerusakan bendungan memperburuk bencana
Petugas penyelamat mengevakuasi warga yang terjebak pascabadai tropis Maysak di Kota Qinzhou, Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang, pada 7 Juli 2026. / AP

Sedikitnya 39 orang tewas dan sembilan lainnya masih hilang setelah banjir memicu bocornya sebuah waduk di China selatan, kata pihak berwenang setempat pada Kamis.

Menurut media pemerintah, korban dilaporkan di seluruh Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, yang berbatasan dengan Vietnam.

Jebolnya terjadi di Waduk Liulan di ibu kota regional, Nanning, kata para pejabat.

Operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan terus berlangsung.

Badai petir hebat, hujan deras, longsor, dan banjir telah melanda beberapa bagian China dalam beberapa hari terakhir.

Hampir 900 ekor ular melarikan diri dari sebuah peternakan di wilayah Hengzhou, Guangxi, setelah air banjir menyebabkan temboknya runtuh.

Di provinsi barat laut Gansu, sedikitnya 21 orang tewas ketika sebuah longsor menimpa sebuah desa di Kabupaten Tanchang, lapor media pemerintah pada Rabu.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Kirgistan perkuat kemitraan ekonomi, sepakati kerja sama industri halal
SUMBER:TRT World & Agencies