Pemerintah Israel menyatakan 430 aktivis yang berada dalam armada bantuan Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza kini telah dialihkan ke wilayahnya setelah kapal-kapal mereka dicegat secara ilegal di laut internasional.
Global Sumud Flotilla berlayar dari kota Marmaris di selatan Türkiye pekan lalu sebagai bagian dari upaya terbaru menembus blokade Gaza.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel pada Selasa malam mengatakan seluruh 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang dibawa ke negara tersebut.
“Mereka akan dapat bertemu dengan perwakilan konsuler masing-masing,” ujarnya, sembari menuduh misi tersebut sebagai aksi “pencitraan” yang terkait dengan Hamas.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengkritik flotilla itu sebagai “skema berbahaya” untuk menerobos blokade yang diberlakukan Israel terhadap Gaza. Sehari sebelumnya, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap empat individu yang terkait dengan flotilla dan menuding mereka berpihak pada kelompok teroris.
Sekitar 50 kapal dilaporkan berangkat dari Türkiye pada Kamis, sebelum beberapa di antaranya dihentikan di perairan barat Siprus. Ini merupakan percobaan kedua dalam beberapa waktu terakhir, setelah upaya serupa bulan lalu juga digagalkan di perairan internasional dekat Yunani.

Sembilan WNI termasuk
Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari sipil dan jurnalis termasuk dalam rombongan tersebut dan seluruhnya dilaporkan ditahan.
Pemerintah Indonesia menyatakan tengah berkoordinasi dengan lima Kedutaan Besar dan Konsulat RI untuk memastikan keselamatan warganya. Perlu di garis bawahi bahwa Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik sama sekali.
Sebelumnya dalam pernyataan resmi, Indonesia juga mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan Israel dan mendesak pembebasan segera seluruh kapal serta awaknya. “Seluruh jalur diplomatik dan langkah konsuler akan terus dimaksimalkan,” kata pernyataan resmi Kemenlu.
Selain Indonesia, 9 negara termasuk Türkiye dan Spanyol turut mengutuk pencegatan tersebut. Penyelenggara menyebut flotilla juga membawa warga dari berbagai negara.
Blokade Israel atas Gaza telah berlangsung sejak 2007, dengan kontrol ketat terhadap akses masuk wilayah tersebut. Dalam konteks perang yang dipicu serangan Hamas pada Oktober 2023, kondisi kemanusiaan di Gaza dilaporkan semakin memburuk, ditandai dengan kelangkaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya akibat pembatasan distribusi bantuan.












