Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di Jakarta pada Senin (4/5), dalam agenda yang disebut akan menghasilkan kesepakatan kerja sama pertahanan antara kedua negara, meski detailnya belum dipublikasikan secara resmi.
Kedua pihak menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.
Kementerian Pertahanan Jepang menyebut Koizumi akan mendorong peningkatan pertukaran di bidang “peralatan dan teknologi pertahanan”. Sementara Tokyo baru-baru ini melonggarkan kebijakan ekspor senjata yang telah berlaku selama puluhan tahun, membuka peluang bagi industri pertahanannya untuk menjual senjata mematikan ke 17 negara mitra pertahanan.
Langkah ini dinilai sebagai perubahan signifikan dalam kebijakan keamanan Jepang, yang selama ini dikenal restriktif dalam ekspor persenjataan.
Indonesia sendiri di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan mantan jenderal militer, tengah mendorong modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sudah berusia tua sejak menjabat pada 2024.
Dalam pernyataannya, Koizumi menyebut kerja sama dengan Indonesia akan “berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan” di tengah “situasi internasional yang semakin kompleks dan tegang”. Ia juga mengatakan pembahasan akan mencakup keamanan maritim dan latihan militer bersama.
Setelah kunjungan ke Indonesia, Koizumi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Filipina, di mana Jepang turut berpartisipasi dalam latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat.
Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya intensitas diplomasi pertahanan Indonesia. Pada bulan lalu, Jakarta menandatangani kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat, memperkuat hubungan keamanan dengan Prancis, serta menyepakati kesepakatan energi dengan Rusia.
Meski mempertahankan posisi non-blok yang disebut “bebas dan aktif”, Indonesia juga telah bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS yang beranggotakan Rusia dan China, dua kekuatan global yang bersaing dengan Amerika Serikat.
Prabowo juga disebut telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump serta bergabung dalam inisiatif “Board of Peace”.
Di sisi lain, Indonesia kini menjadi perhatian strategis karena letaknya di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia untuk distribusi minyak global, termasuk sebagian besar minyak yang menuju China.











