ASIA
3 menit membaca
Perluas pasar pariwisata dan kargo, Indonesia dorong penguatan konektivitas udara ASEAN-China
Melalui pertemuan kedirgantaraan ACWG-RASA di Yogyakarta, Indonesia memimpin diplomasi udara guna membuka rute baru, meningkatkan kapasitas kargo, dan memperkuat kerja sama industri penerbangan regional.
Perluas pasar pariwisata dan kargo, Indonesia dorong penguatan konektivitas udara ASEAN-China
Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa di ACWG-RASA ASEAN–China. Foto: Kemenhub

Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong penguatan konektivitas udara di kawasan ASEAN dan China untuk memperluas akses pasar, mendongkrak pariwisata, meningkatkan volume perdagangan, serta mempererat kerja sama industri penerbangan. Langkah strategis ini digodok dalam pertemuan 17th ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) yang digelar di Yogyakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa gelaran internasional ini menjadi momentum krusial bagi diplomasi udara Indonesia di tingkat regional.

"Penyelenggaraan pertemuan di Yogyakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama penerbangan antara ASEAN dan China," ujar Lukman dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Minggu (12/7).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 61 delegasi dari negara-negara anggota ASEAN dan China. Tak hanya otoritas penerbangan, forum ini juga mempertemukan 127 perwakilan maskapai, pengelola bandara, perusahaan manufaktur, penyedia jasa perawatan pesawat (maintenance, repair and overhaul/MRO), serta berbagai asosiasi penerbangan lintas kawasan.

Lukman menekankan, Indonesia berkomitmen mengambil peran depan dalam integrasi layanan udara ini guna memperkuat posisi tanah air dalam jaringan transportasi udara regional. Forum ini bukan sekadar membahas kendala teknis, melainkan menjadi wadah strategis untuk menciptakan ruang udara yang lebih terbuka, aman, dan kompetitif.

Fokus Kargo, Logistik E-commerce, dan Regulasi Baru

Rangkaian acara ini juga diisi oleh ASEAN-China Airlines Forum yang mengupas sejumlah isu krusial saat ini, seperti lonjakan pertumbuhan kargo udara yang dipicu oleh bisnis perdagangan elektronik (e-commerce), tantangan operasional di tengah dinamika ekonomi global, serta ketersediaan slot di bandar udara internasional.

Dari forum tersebut, lahirlah beberapa rekomendasi penting, termasuk peningkatan fleksibilitas aturan slot bandara, perbaikan mekanisme kerja MRO, peningkatan kapasitas angkut, penyederhanaan proses visa dan imigrasi, hingga penguatan regulasi keselamatan penerbangan.

Di sisi lain, dalam pertemuan internal ASEAN Caucus, para delegasi membahas kelanjutan ratifikasi Protokol 3 ASEAN-China Air Transport Agreement (P3 AC-ATA), proposal liberalisasi Hak Angkut Kelima (5th Freedom) khusus untuk layanan kargo, serta pengaturan pembukaan rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan.

Inisiasi Indonesia untuk Teknologi Masa Depan

Sebagai negara pemimpin (lead country) ASEAN dalam kemitraan dengan China, Indonesia membawa usulan progresif terkait kerja sama teknis di bidang sistem pesawat tanpa awak (Unmanned Aircraft Systems/UAS) atau drone.

Pada sidang pleno, beberapa kesepakatan penting berhasil dicapai, di antaranya:

  • Rektifikasi atau pengalihan titik jalur penerbangan dari Mataram menjadi Makassar pada kesepakatan P3 AC-ATA.

  • Usulan peningkatan liberalisasi Hak Angkut Kelima untuk kargo dengan melibatkan empat hub kargo utama di China.

  • Rencana penyelenggaraan lokakarya regulasi UAS di China pada semester II tahun 2026 atas usulan ASEAN.

Selain itu, delegasi Indonesia turut memaparkan perkembangan kebijakan kendali mutu keamanan penerbangan (Aviation Security Quality Control) domestik serta ekspansi fasilitas MRO yang tengah dikembangkan oleh Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Lukman optimistis, suksesnya penyelenggaraan ACWG-RASA di Yogyakarta ini mempertegas posisi tawar Indonesia di mata internasional. "Langkah ini sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang kargo, MRO, manufaktur, dan teknologi penerbangan masa depan," pungkasnya.

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Bencana karhutla memburuk, Kemenkes siapkan 477 rumah oksigen darurat di 7 provinsi
BRIN identifikasi dua serpihan roket China yang jatuh di perkebunan Kalimantan Tengah
KMP Batumandi terbakar di Perairan Merak, 460 penumpang dan kru berhasil diselamatkan
Massa aksi di sejumlah kota Indonesia protes kabut asap karhutla, tuntut penetapan bencana nasional
BNPB siapkan koordinasi bantuan asing untuk penanganan karhutla di Indonesia
TNI AU kerahkan pesawat NC-212 untuk modifikasi cuaca atasi karhutla di Kalimantan
Polri selidiki 98 kasus karhutla, penyidik telusuri dugaan kesengajaan dan kelalaian
Karhutla hanguskan 1,9 juta hektar lahan, Indonesia terima bantuan Malaysia dan Singapura
Pemerintah RI segera koordinasikan tawaran bantuan Malaysia dan Singapura untuk atasi karhutla
Kementerian Perhubungan catat 2.458 penerbangan terdampak karhutla, termasuk rute internasional
Empat orang tewas saat padamkan karhutla di Bromo, kabut asap perburuk kualitas udara
Kelangkaan BBM picu demonstrasi di Bali, warga mengantre hingga delapan jam
Singapura pertimbangkan jalur hukum terhadap perusahaan pemicu kabut asap
Pabrik LPG baru di Karawang akan pasok hingga 15 persen kebutuhan Jabar dan Jakarta
Gunung Ibu erupsi 103 kali dalam sehari, warga diminta jauhi zona bahaya
Kristomei ditunjuk pimpin BNPB saat karhutla meluas, sebut bantuan luar negeri memungkinkan
Satwa liar Borneo menderita di tengah kebakaran hutan
Pemantauan udara kabut asap
KPK tangkap 14 orang dalam OTT di BNPB, sita Rp1,4 miliar dan emas
Pertamina siapkan 52 SPBU buka 24 jam untuk atasi kelangkaan BBM di Bali