Pemerintah Indonesia bersiap menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai motor penggerak baru untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027. Langkah strategis ini diarahkan untuk memperluas penciptaan nilai tambah ekonomi hingga ke tingkat daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa penguatan sektor ini didukung oleh Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026.
"Rindekraf memberikan peta jalan yang jelas bagi ekonomi kreatif untuk menjadi mesin baru pertumbuhan nasional," ujar Teuku Riefky dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (17/8).
Menurut Teuku Riefky, peta jalan tersebut menjadi panduan operasional bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mengubah potensi talenta, kekayaan intelektual, dan kearifan lokal menjadi aktivitas ekonomi produktif dalam jangka menengah hingga panjang.
Pengembangan di tingkat regional dinilai krusial guna memastikan pemerataan ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Strategi ini dirancang selaras dengan arah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Guna merealisasikan target tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif tengah menjalankan tiga inisiatif utama:
Creative Village Activation, program pemberdayaan kawasan pedesaan agar mampu bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Creative Hub Activation, penyediaan ruang kolaboratif dan inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan serta talenta kreatif untuk mengembangkan bisnis.
Creative by Indonesia, inisiatif strategis yang berfokus pada akselerasi dan komersialisasi kepemilikan kekayaan intelektual (intellectual property) karya anak bangsa.
"Ekonomi kreatif memiliki potensi sangat besar untuk menopang mata pencaharian masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan," imbuh Teuku Riefky.
Ia menegaskan, kementeriannya akan terus menyelaraskan seluruh program kerja dengan prioritas pembangunan nasional agar dampaknya dapat dirasakan secara merata di seluruh penjuru Tanah Air.



















