BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Amazon bertaruh pada kedaulatan data Uni Eropa lewat ekspansi layanan cloud
Amazon Web Services berencana memperluas “sovereign cloud” miliknya di Eropa ke Belgia, Belanda, dan Portugal, seiring dorongan para pemimpin Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat dan melindungi data sensitif.
Amazon bertaruh pada kedaulatan data Uni Eropa lewat ekspansi layanan cloud
Orang-orang berjalan melewati logo Amazon Web Services (AWS) di India Mobile Congress di New Delhi, India, pada 8 Oktober 2025. / Reuters
16 Januari 2026

Divisi komputasi awan Amazon menyatakan akan memperluas layanan “sovereign cloud” mereka ke seluruh Uni Eropa, dengan harapan meraup peluang di tengah upaya pemerintah-pemerintah Eropa untuk melindungi data warganya.

Amazon Web Services (AWS) akan memperluas “jejak” fisiknya ke Belgia, Belanda, dan Portugal, demikian pernyataan perusahaan pada Kamis, melengkapi fasilitas yang sudah ada di wilayah timur Jerman.

Ekspansi tersebut, menurut AWS, akan “memberikan lebih banyak pilihan bagi organisasi untuk menjalankan beban kerja di cloud dengan tingkat kedaulatan dan kemandirian operasional tertinggi”.

Kekhawatiran atas minimnya perusahaan teknologi Eropa yang mampu menyaingi raksasa AS mendorong para pemimpin Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir untuk menggaungkan konsep “kedaulatan digital”, sekaligus menyerukan pengurangan ketergantungan benua itu pada teknologi Amerika.

Kekhawatiran itu kian meningkat seiring pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengambil sikap yang lebih konfrontatif terhadap para pemimpin Uni Eropa, termasuk dengan upaya untuk mencaplok wilayah Denmark, Greenland.

Undang-Undang CLOUD Act Amerika Serikat juga mewajibkan perusahaan menyerahkan data jika diminta otoritas, sehingga memperkuat tuntutan akan layanan back-end dan komputasi awan yang berjalan di atas infrastruktur Uni Eropa.

“Dengan membangun cloud yang berakar pada infrastruktur, operasi, dan tata kelola Eropa, kami memberdayakan organisasi untuk berinovasi dengan penuh keyakinan sambil tetap memegang kendali penuh atas aset digital mereka,” ujar Stephane Israel, kepala European Sovereign Cloud AWS.

Namun Harald Wehnes, profesor ilmu komputer di Universitas Wuerzburg, mengatakan kepada AFP bahwa pengumuman AWS tersebut merupakan contoh dari apa yang ia sebut sebagai “sovereignty washing”.

TerkaitTRT Indonesia - Kendali terbatas global atas perkembangan AI dan artinya bagi tatanan dunia

“CLOUD Act Amerika berarti data sensitif warga Eropa bisa berujung di tangan pemerintahan AS begitu data itu berada di perusahaan cloud Amerika, meskipun disimpan di server yang berlokasi di Eropa,” katanya.

“Jika saya menggunakan penyedia cloud Eropa, seperti IONOS, Hetzner, atau Noris Network, hal itu tidak berlaku.”

Seorang juru bicara AWS mengatakan kepada AFP bahwa pelanggan dapat mengenkripsi data yang disimpan di European Sovereign Cloud, dan karyawan AWS tidak dapat mengakses data tersebut maupun menyerahkannya kepada otoritas AS.

Para pesaing Amazon dari Amerika, termasuk Microsoft, juga menawarkan opsi penyimpanan data di Eropa. Sementara itu, raksasa perangkat lunak Jerman SAP pada September lalu mengumumkan investasi senilai US$23 miliar di bidang komputasi awan sebagai bagian dari upaya “kedaulatan data”.

SUMBER:AFP
Jelajahi
Harga minyak naik karena potensi gangguan pasokan dari Iran
Indonesia–China perkuat kerja sama strategis ekonomi, dorong investasi Rp36,7 triliun
Prabowo resmikan proyek RDMP Balikpapan senilai Rp123 triliun
Bursa saham Indonesia dan negara Asia lain menguat di awal pekan
Indonesia dan Pakistan dorong peningkatan perjanjian dagang menuju CEPA
Trump sebut bisa cegah ExxonMobil berinvestasi di Venezuela usai bertemu CEO
Otoritas Inggris selidiki X terkait citra seksual dari Grok
Pakistan dan Indonesia kian dekat capai kesepakatan drone dan jet tempur, termasuk JF-17 — laporan
Logam berharga mencapai rekor tertinggi di tengah ketidakstabilan global, konflik Trump-Fed
Meta nonaktifkan lebih setengah juta akun di bawah usia 16 tahun di Australia
Pelanggaran data Instagram mengekspos informasi pribadi lebih dari 17 juta pengguna: Laporan
Kampung haji di Thakher disiapkan untuk 22.000 jemaah Indonesia
Pertemuan luar angkasa terbesar di dunia akan berlangsung di Türkiye pada bulan Oktober ini
Pertamina EP temukan sumur baru dengan potensi 3.442 barel minyak di Sumatera
Nvidia memperdalam kemitraan dengan Siemens untuk bentuk kembali sistem AI industri
Surplus dagang meleset dari perkiraan, inflasi Desember meningkat
Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, Aceh jadi yang tertinggi
IHSG menguat pada pembukaan pasar di tengah ketegangan AS–Venezuela
Tesla kehilangan gelar produsen mobil listrik terbesar di dunia dari BYD
FTA Indonesia–EAEU buka akses ke blok perdagangan Eurasia senilai $2,56 triliun