PERANG GAZA
2 menit membaca
Trump mengatakan pasukan keamanan internasional akan ditempatkan di Gaza 'dalam waktu dekat'
"Gaza sedang berjalan dengan sangat baik," kata Presiden AS dalam sebuah acara di Gedung Putih bersama dengan para pemimpin Asia Tengah pada hari Kamis.
Trump mengatakan pasukan keamanan internasional akan ditempatkan di Gaza 'dalam waktu dekat'
Trump memberi sinyal bahwa pasukan stabilisasi internasional dapat tiba di Gaza “sangat segera”. / AP / AP

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia mengharapkan Pasukan Keamanan Internasional (ISF) yang dikoordinasikan oleh AS akan segera hadir di Gaza, menyusul dua tahun perang Israel di wilayah yang terkepung tersebut.

"Ini akan segera terjadi. Dan situasi di Gaza berjalan dengan sangat baik," kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih bersama para pemimpin Asia Tengah pada Kamis malam, merujuk pada pasukan multinasional pasca-konflik yang diharapkan akan dikerahkan di Gaza.

AS telah mengajukan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSC) kepada negara-negara mitra untuk mendukung rencana perdamaian Gaza 20 poin yang diusulkan Trump, termasuk memberikan persetujuan untuk ISF, menurut pernyataan misi Washington pada hari Rabu.

Duta Besar AS Mike Waltz membagikan rancangan tersebut kepada 10 anggota terpilih Dewan Keamanan serta beberapa mitra regional — Türkiye, Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi — menurut juru bicara misi AS dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pemungutan suara atas rancangan tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - AS menyajikan rancangan resolusi tentang Gaza kepada Dewan Keamanan PBB dan negara-negara mitra, termasuk Türkiye

"Mewujudkan hasil"

Pernyataan AS menyebutkan bahwa resolusi tersebut "mengotorisasi Pasukan Stabilisasi Internasional" yang diuraikan dalam rencana perdamaian tersebut.

Menurut sumber diplomatik, beberapa negara telah menyatakan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam ISF tetapi menegaskan perlunya mandat Dewan Keamanan sebelum mengerahkan pasukan ke wilayah Palestina.

"Di bawah kepemimpinan berani Presiden Trump, Amerika Serikat akan kembali mewujudkan hasil di PBB — bukan sekadar pembicaraan tanpa akhir," kata juru bicara AS.

Pembentukan pasukan internasional ini merupakan elemen kunci dari perjanjian gencatan senjata 10 Oktober antara Israel dan kelompok perlawanan Hamas.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan akan sebagian besar berasal dari negara-negara Arab dan Muslim dan akan dikerahkan ke Gaza untuk mengawasi keamanan saat tentara Israel mundur.

Sementara pembahasan tentang Gaza masih berlangsung, pasukan Israel menewaskan seorang anak laki-laki Palestina berusia 15 tahun dalam sebuah serangan militer di kota Al-Yamun, sebelah barat Jenin, di Tepi Barat yang diduduki, pada Kamis pagi, menurut kantor berita WAFA.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia, negara Muslim gelar pertemuan di Yordania perkuat dukungan bagi Yerusalem dan Palestina
Indonesia kecam serangan Israel di Gaza, desak penghentian operasi militer
Indonesia kecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, desak dialog diplomasi
Relawan Indonesia laporkan Netanyahu ke Kejagung atas dugaan kejahatan kemanusiaan armada Gaza
Gembala-gembala Palestina kehilangan tanah seiring pemukiman Israel meluas
Penduduk Israel ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, meneriakkan slogan-slogan provokatif
AS luncurkan serangan baru terhadap Iran saat Trump mengatakan kesepakatan masih 'mungkin' tercapai
Palestina desak PBB bertindak terkait penahanan Direktur RS Gaza Dr Hussam Abu Safiya
Israel teken kesepakatan US$2,3 miliar untuk perluas permukiman ilegal di Tepi Barat
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, termasuk anak berusia 9 tahun bernama Tala
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel
Apa yang akan terjadi selanjutnya saat Hamas menyerahkan administrasi Gaza ke panel yang didukung PBB?
5 hal yang perlu diketahui tentang pembubaran pemerintah Gaza
Tiga anak termasuk dalam 10 warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza
Bagaimana sebuah kasus pengadilan dapat menghentikan aliran dana negara bagian AS ke kas perang Israel
Israel menghancurkan pendidikan di Gaza, dan dengan demikian, masa depan anak-anak
Hamas tuduh Israel ciptakan 'kekosongan administrasi' di Gaza
Bayi Palestina meninggal setelah ambulans terhambat di pos pemeriksaan Israel
Israel setujui 13 permukiman ilegal, Palestina memperingatkan isolasi Yerusalem Timur yang diduduki
Bagaimana hegemoni hidro Israel telah menyebabkan kekurangan air dan krisis kemanusiaan di Gaza