Indonesia diperkirakan akan menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia pada tahun ini, meski proses pengiriman masih menghadapi kendala akibat ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa proses hibah kapal tersebut masih berlangsung dan kini memasuki tahap persiapan akhir sebelum dikirim ke Indonesia.
"Kapal induk Garibaldi itu proses hibah, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia," ujar Rico.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berharap proses serah terima dapat diselesaikan dalam tahun berjalan. Namun, dinamika geopolitik di jalur pelayaran internasional menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jadwal pengiriman.
Rico menjelaskan bahwa situasi keamanan di Selat Hormuz, yang masih terdampak konflik sejak eskalasi perang AS–Iran, berpotensi menimbulkan hambatan dalam distribusi dan logistik pengiriman kapal tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut bertanggung jawab dalam menyiapkan awak kapal yang akan mengoperasikan Garibaldi setelah tiba di Indonesia.
Menurut pernyataan sebelumnya dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, kapal tersebut sempat direncanakan tiba pada Oktober tahun ini, namun jadwalnya masih dapat berubah mengikuti kondisi keamanan global.
Kapal Garibaldi yang sebelumnya digunakan Angkatan Laut Italia itu akan berganti nama setelah resmi masuk ke dalam armada TNI AL. Pengadaan kapal ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan kekuatan maritim Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

















