DUNIA
2 menit membaca
DHS sebut hampir setengah juta imigran ilegal ditangkap di seluruh AS sejak Januari
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengatakan 70 persen dari mereka yang ditangkap menghadapi tuntutan pidana atau telah terbukti bersalah atas dakwaan tersebut.
DHS sebut hampir setengah juta imigran ilegal ditangkap di seluruh AS sejak Januari
DHS menyatakan 70% dari mereka yang ditangkap telah didakwa melakukan pelanggaran pidana atau memiliki tuntutan pidana terhadap mereka. / Reuters Archive

Lebih dari 480.000 imigran tanpa dokumen telah ditangkap di seluruh Amerika Serikat sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari, kata Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem.

“Sejak Januari, Department of Homeland Security telah menangkap lebih dari 480.000 imigran ilegal dengan catatan kriminal. Sebanyak 70 persen dari mereka memiliki tuntutan pidana atau telah divonis bersalah,” ujar Noem dalam konferensi pers di Florida, Senin.

Pengumuman ini menyoroti peningkatan fokus pemerintahan Trump terhadap penegakan hukum imigrasi di masa jabatan keduanya.

“Di seluruh negeri, kami berupaya menjadikan komunitas lebih aman agar keluarga dapat tumbuh, makmur, dan menikmati kebebasan yang menjadi dasar berdirinya negara ini,” tambahnya.

Bulan lalu, departemen tersebut mengumumkan bahwa dua juta imigran ilegal telah meninggalkan AS sejak 20 Januari. Menurut pernyataan resmi, jumlah itu mencakup sekitar 1,6 juta deportasi sukarela dan lebih dari 400.000 deportasi formal dalam waktu kurang dari 250 hari.

‘Rekor baru’

Secara terpisah, Trump pada Senin memuji apa yang ia sebut sebagai aktivitas penegakan hukum “pemecah rekor” di bawah pemerintahannya, dengan mengutip data baru dari FBI terkait kejahatan kekerasan, penyitaan narkoba, dan operasi perlindungan anak.

“FBI di bawah pemerintahan saya bekerja luar biasa. Sejak 20 Januari, lebih dari 28.000 pelaku kejahatan kekerasan telah ditangkap (rekor baru!), dengan lebih dari 6.000 senjata ilegal disita, serta lebih dari 1.700 pelaku kejahatan seksual terhadap anak dan 300 pelaku perdagangan manusia ditangkap,” tulisnya di platform Truth Social.

Ia menambahkan bahwa 5.000 anak telah diselamatkan, dan agen federal berhasil menyita 1.900 kilogram fentanyl — jumlah yang ia klaim “cukup untuk membunuh 125 juta orang.”

“Kami sedang mengembalikan HUKUM dan KETERTIBAN ke Amerika. Kash, Dan, Andrew, dan seluruh personel FBI melakukan pekerjaan luar biasa — Making America Safe Again!” katanya.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Larangan dan pembatasan media sosial untuk anak-anak
Kabut asap lintas batas meluas, mekanisme hukum hadapi banyak kendala
Indonesia tambah dua emas dari panjat tebing dan panahan di Asian Games
Emine Erdogan pimpin seruan Ibu Negara untuk kerangka kerja PBB lindungi anak di dunia maya
Jakarta naik ke peringkat 140 kota dunia dalam Global Cities Index 2026
Ganda putra bulu tangkis raih emas ketiga, Indonesia peringkat 15 klasemen sementara Asian Games
Indonesia perluas jejaring halal global lewat kerja sama dengan empat lembaga
Indonesia perkuat kerja sama dagang dengan negara-negara Afrika melalui pelatihan SSTC
Indonesia tegaskan perlindungan warga sipil dalam hak jawab di Sidang Majelis Umum PBB
Pemimpin Arab sampaikan belasungkawa atas tragedi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8
TNI AL terima 12 AAV-M35 dari AS, akan terima total 105 ranpur amfibi bertahap hingga 2028
Indonesia maju sebagai kandidat anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030
Menlu Sugiono: Palestina menjadi ujian bagi hati nurani dan sistem multilateral
IUCN: Kebakaran hutan mengancam orangutan Kalimantan
Indonesia dorong penguatan keterkaitan laut dan iklim menuju COP31
Indonesia tandatangani konvensi siber PBB, perkuat kerja sama lawan kejahatan siber
Indonesia taklukkan China 3-2, tim bulu tangkis putra raih emas Asian Games setelah 28 tahun
BNN Indonesia dan Australia perpanjang kerja sama pemberantasan narkoba hingga 2031
Kapal Garibaldi resmi jadi KRI Sriwijaya-100, Indonesia siapkan modernisasi
Indonesia perkuat diplomasi bilateral di Sidang Umum PBB