DUNIA
3 menit membaca
Warga Gorontalo tetap waspada usai peringatan tsunami dicabut, BMKG catat 20 gempa susulan
Gempa dengan kekuatan M7,8 yang mengguncang Filipina sangat terasa di negara-negara tetangga termasuk di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Otoritas Indonesia telah mencabut peringatan tsunami.
Warga Gorontalo tetap waspada usai peringatan tsunami dicabut, BMKG catat 20 gempa susulan
Bangungan-bangunan runtuh usai gempa bumi dahsyat mengguncang Mindanao, Filipina. /AA

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo  resmi mengakhiri peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah perairan dekat Mindanao, Filipina, pada Senin pagi (8/6). Meski demikian, masyarakat di pesisir Gorontalo Utara masih diliputi kewaspadaan akibat fluktuasi permukaan air laut yang tidak stabil.

BPBD Provinsi Gorontalo memastikan bahwa status waspada telah dicabut setelah pemantauan menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan permukiman. Warga yang sebelumnya mengungsi ke daerah dataran tinggi kini mulai kembali ke rumah masing-masing.

“Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah berakhir. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi sudah bisa kembali,” ujar analis kebencanaan BPBD Gorontalo, Moh Tahir Laendeng sebagaimana dikutip oleh Antara.

Air laut masih pasang surut

Namun di lapangan, situasi belum sepenuhnya normal.  Sejumlah warga melaporkan fenomena pasang surut air laut yang terjadi berulang dalam waktu singkat, memicu kecemasan baru.

Di Desa Katialada, Kecamatan Kwandang, air laut tercatat naik dan turun hingga beberapa kali dalam hitungan menit.

“Air pasang surut sudah terjadi beberapa kali. Kami bingung apakah harus tetap di rumah atau kembali mengungsi,” kata Nurhayati Mobilingo, warga setempat, dikutip oleh MetrotvNews.

Perubahan permukaan air laut tersebut tidak disertai gelombang besar, tetapi cukup kuat untuk menyebabkan kapal-kapal nelayan di pelabuhan saling bertabrakan. Kondisi ini mendorong sebagian warga kembali mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih tinggi.

“Kami panik dan memilih naik ke daerah yang lebih aman,” ujar Nifa, warga lainnya.

Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak berlebihan. Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengimbau warga untuk mengikuti arahan resmi sambil tetap mengutamakan keselamatan.

“Silakan evakuasi mandiri jika diperlukan, tetapi jangan panik agar tidak menimbulkan dampak lain,” katanya.

20 gempa susulan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga beberapa jam setelah gempa utama, telah terjadi sedikitnya 20 gempa susulan dengan magnitudo antara 3,9 hingga 6,7. Dua di antaranya dilaporkan terasa oleh masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan bahwa aktivitas seismik masih terus dipantau secara intensif. “Hingga pukul 10.00 WIB, terdeteksi 20 gempa susulan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Gempa utama sendiri terjadi pada kedalaman 47 kilometer dengan pusat di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Getarannya dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia timur dengan intensitas bervariasi, dari ringan hingga kuat.

Meski situasi dinyatakan aman, aparat gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri tetap bersiaga di sejumlah titik pesisir untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan lanjutan. Pemerintah juga meminta masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat peristiwa tersebut. Respons cepat masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri dinilai berkontribusi besar dalam menjaga situasi tetap terkendali.

TerkaitTRT Indonesia - Gempa M 7,8 guncang Filipina selatan, sedikitnya 5 orang tewas dan peringatan tsunami dikeluarkan
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi