PERANG GAZA
2 menit membaca
Aktivis dari konvoi bantuan Gaza turun di Kreta setelah diculik oleh Israel
Sekitar 175 aktivis yang ditahan di laut dipindahkan ke pulau Yunani setelah Israel menghadang konvoi yang menuju Gaza.
Aktivis dari konvoi bantuan Gaza turun di Kreta setelah diculik oleh Israel
Kapal Penjaga Pantai Yunani memindahkan aktivis dari Flotilla Global Sumud di pelabuhan Atherinolakkos, di pulau Kreta, Yunani, 1 Mei 2026. / Reuters

Seorang jurnalis AFP menyaksikan puluhan aktivis pada konvoi bantuan menuju Gaza yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional di lepas pantai Kreta turun di pulau Yunani pada Jumat.

Dengan pengawalan penjaga pantai Yunani, sekitar 175 aktivis diangkut dalam empat bus ke sebuah kota yang namanya tidak diungkapkan oleh pihak berwenang.

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya mengatakan sekitar 175 aktivis telah diturunkan dari lebih dari 20 kapal pada Kamis. Penyelenggara konvoi menyebut angkanya 211.

"Dalam koordinasi dengan pemerintah Yunani, individu-individu yang dipindahkan dari kapal-kapal konvoi ke kapal Israel akan diturunkan di sebuah pantai Yunani dalam beberapa jam mendatang," tulis Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar di X pada Kamis malam, mengucapkan terima kasih kepada Yunani "atas kesediaannya menerima peserta konvoi".

Beberapa pemerintah Eropa yang memiliki warga negaranya termasuk di antara mereka yang ditangkap telah meminta Israel membebaskan para aktivis dan menyebut tindakannya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Namun Amerika Serikat mendukung otoritas Israel, menyebut konvoi itu sebagai "atraksi politik".

"Amerika Serikat mengharapkan semua sekutu kami... untuk mengambil tindakan tegas terhadap atraksi politik yang tidak bermakna ini dengan menolak akses pelabuhan, sandar, keberangkatan dan pengisian bahan bakar bagi kapal-kapal yang berpartisipasi dalam konvoi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott.

Awalnya terdiri dari lebih dari 50 kapal, tujuan konvoi menurut penyelenggara adalah untuk memecah blokade Gaza dan membawa bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina, yang aksesnya tetap sangat terbatas meskipun gencatan senjata rapuh telah diberlakukan sejak Oktober.

SUMBER:TRT World & Agencies