IKLIM
2 menit membaca
Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat hanguskan 237 hektare
Musim kemarau ekstrem memicu lonjakan titik api di puluhan wilayah Jawa Barat. Selain merusak ratusan hektare lahan, dampak kabut asap karhutla nasional mulai menelan korban satwa langka.
Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat hanguskan 237 hektare
Petugas memadamkan kebakaran hutan yang melanda Taman Nasional Bromo, Jawa Timur. / AP Archive

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan sedikitnya 237 hektare area hutan dan lahan di wilayahnya hangus terbakar hingga Kamis (3/9). Luasnya dampak kebakaran ini dipicu oleh cuaca kering berkepanjangan akibat pengaruh fenomena El Nino.

Berdasarkan data BPBD, tercatat 168 insiden kebakaran yang tersebar di 186 kecamatan pada 21 kabupaten dan kota. Kabupaten Sumedang menjadi kawasan paling terdampak dengan catatan 22 kejadian. Beruntung, otoritas setempat mengonfirmasi tidak ada korban jiwa ataupun warga yang mengalami luka-luka.

Lonjakan karhutla di Jawa Barat merupakan bagian dari krisis kebakaran lahan yang tengah melanda berbagai penjuru Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat sekitar 202.000 hektare lahan telah terbakar di tingkat nasional hingga akhir Juli, dengan hampir 95.000 hektare di antaranya musnah hanya dalam kurun satu bulan tersebut.

Kondisi cuaca ekstrem dan kepungan asap tebal ini juga mulai berdampak fatal terhadap fauna endemik Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Terjebak asap karhutla di Kalbar, seekor orangutan dievakuasi akibat infeksi pernapasan

Di tempat terpisah, seekor orang utan jantan dewasa ditemukan mati di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu lalu. Primata dilindungi tersebut dilaporkan mengalami gangguan pernapasan parah setelah habitat aslinya terselimuti kabut asap tebal selama berhari-hari, sebagaimana diwartakan Tempo.

Pemeriksaan medis terhadap bangkai satwa tersebut menunjukkan indikasi kuat akibat paparan polusi udara dari kebakaran hutan.

"Nekropsi bangkai satwa menunjukkan perubahan patologis pada beberapa organ, terutama jantung, ginjal, dan paru-paru, yang diduga berkaitan dengan paparan asap," tutur Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane.

Pemerintah daerah bersama aparat gabungan terus meningkatkan kesiapsiagaan di titik-titik rawan serta mengimbau masyarakat untuk menghindari praktik pembakaran dalam pembukaan lahan pertanian.

TerkaitTRT Indonesia - BNPB: Kualitas udara Kalimantan capai level berbahaya akibat karhutla
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Kabut asap pekat lumpuhkan penerbangan di Riau dan picu udara tidak sehat di Malaysia
Imbas kabut asap Indonesia, Singapura jadi kota paling berpolusi di dunia
Gempa magnitudo 5,2 guncang Lombok Barat, BMKG sebut akibat deformasi batuan
Walhi dan Greenpeace ingatkan Indonesia tetap waspada karhutla meski titik panas turun
Kabut asap karhutla Indonesia selimuti Malaysia dan Singapura, kualitas udara di level tidak sehat
Polusi PM2.5 tinggi, kualitas udara Jakarta terburuk keempat di dunia
Ahli: Indonesia punya peluang besar di COP31 Antalya, Türkiye
Air Waduk Karian surut, Desa Somang yang terendam kembali terlihat
Hujan turun, warga Pontianak bernapas lega lepas dari kabut asap karhutla
Musim kemarau picu kekeringan, warga dan lahan pertanian di Bekasi terdampak
Gunung Semeru erupsi enam kali, kolom abu capai 900 meter
AQI Jakarta capai 159, kebakaran hutan Indonesia perburuk kualitas udara di Asia Tenggara
BMKG perkirakan musim hujan di Indonesia mundur ke awal November akibat El Nino
Banjir bandang terjang Solok, satu orang dilaporkan hilang
Karhutla Indonesia berpotensi berlanjut hingga awal November – Kemenhut
BNPB siapkan 3 ton garam untuk operasi modifikasi cuaca atasi karhutla dan kabut asap di Kaltim
Kebakaran hutan terburuk dalam 11 tahun perparah krisis ISPA di Kalimantan
BPBD catat 2.676 karhutla di Sumsel hingga September, 15 daerah masuk zona merah
AQI Jakarta capai 158, kualitas udara masuk empat terburuk dunia
Pemantauan kabut asap tunjukkan dampak karhutla Indonesia di Asia Tenggara