Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut bahwa Dialog Komprehensif Strategis (CSD) perdana antara Indonesia dan China yang digelar besok pada Jumat (21/8) akan memusatkan pembahasan pada penguatan kemitraan ekonomi, meski agenda rinci masih terus difinalisasi oleh kedua pihak.
Direktur Asia Timur Kemlu RI, Arifianto Sofiyanto, menjelaskan bahwa kemitraan strategis komprehensif Indonesia–China mencakup lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, hubungan antar masyarakat, maritim, dan keamanan. Namun, untuk pertemuan kali ini, fokus utama disepakati berada pada sektor ekonomi.
“Untuk CSD kali ini disepakati akan dititikberatkan pada kemitraan ekonomi,” ujar Arifianto dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, sebagaimana dikutip oleh Antara.
Ia menambahkan, meski kelima pilar tetap masuk dalam kerangka pembahasan, proporsi waktu untuk masing-masing isu akan diatur secara berbeda. Hingga kini, rincian agenda masih dalam tahap penyelarasan antara Jakarta dan Beijing.
“Isu-isu yang lebih rinci masih dalam proses pematangan antara kedua belah pihak,” katanya.

Arifianto juga menegaskan bahwa CSD ini menjadi mekanisme dialog strategis pertama Indonesia dengan mitra negara lain setelah peningkatan status hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Inisiatif tersebut sebelumnya disepakati saat kunjungan Menteri Luar Negeri Sugiono ke Beijing pada April 2025, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping.
Dari sisi delegasi, China akan mengirim sejumlah pejabat setingkat wakil menteri, khususnya dari sektor ekonomi. Indonesia pun menyiapkan kehadiran pejabat setara agar pembahasan dapat berlangsung seimbang.
Selain CSD, pada hari yang sama juga akan digelar pertemuan tingkat tinggi format “2+2” yang mempertemukan Menlu Wang Yi dengan Menlu Sugiono, serta Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Dong Jun.
Sementara itu, Juru Bicara Kemlu China Lin Jian sebelumnya menekankan bahwa dialog ini akan diarahkan pada penguatan sinergi pembangunan kedua negara.
“Kedua pihak akan fokus pada sinergi yang lebih baik antara strategi pembangunan, serta memperdalam komunitas China–Indonesia dengan masa depan bersama,” ujarnya dikutip oleh Antara.




















