POLITIK
2 menit membaca
Argentina mengumumkan larangan transisi gender untuk anak-anak di bawah umur
Kantor Milei akan memodifikasi undang-undang tahun 2012 yang mengizinkan orang untuk mengubah identitas gender mereka, termasuk melarang pengobatan hormon dan operasi untuk anak-anak.
Argentina mengumumkan larangan transisi gender untuk anak-anak di bawah umur
“Ideologi gender yang diterapkan secara ekstrem dan diterapkan pada anak-anak dengan paksaan atau pemaksaan psikologis merupakan pelecehan terhadap anak,” kata kantor Milei dalam sebuah pernyataan. / Foto: AFP / AFP
13 Februari 2025

Kantor kepresidenan Argentina mengumumkan bahwa Presiden Javier Milei telah memutuskan untuk melarang perawatan dan operasi perubahan gender bagi anak di bawah umur, serta memberlakukan batasan terhadap wanita transgender yang ditempatkan di dalam penjara perempuan.

Menurut kantornya, Milei akan memerintahkan agar para narapidana akan ditempatkan sesuai dengan jenis kelamin yang terdaftar pada saat mereka melakukan kejahatan.

Terlepas drai hal ini, dinyatakan bahwa tidak ada wanita transgender yang akan ditempatkan di penjara wanita jika mereka dihukum atas kejahatan seksual, perdagangan manusia, atau kekerasan terhadap wanita.

Kantor tersebut tidak memberikan rincian tentang berapa banyak wanita transgender yang berada di penjara perempuan atau yang dihukum atas kejahatan semacam itu.

Pengumuman ini muncul tak lama setelah seorang hakim AS memblokir perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada hari pertamanya menjabat, yang akan memindahkan 16 wanita transgender yang ditempatkan di penjara wanita ke lembaga-lembaga pria, dan menghentikan perawatan khusus gender mereka.

Kantor Milei juga menambahkan bahwa pemerintah akan mengubah undang-undang tahun 2012 yang mengizinkan orang untuk mengubah identitas gender mereka, termasuk melarang perawatan hormon dan operasi bagi anak-anak.

"Ideologi gender yang diterapkan secara ekstrem dan dipaksakan kepada anak-anak melalui paksaan atau tekanan psikologis merupakan bentuk pelecehan terhadap anak," kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman ini datang beberapa hari setelah protes di Argentina menyusul pidato Milei di Davos, Swiss, di mana ia mempertanyakan "feminisme, keberagaman, inklusi, aborsi, lingkungan, dan ideologi gender," dengan menyebut kebijakan progresif sebagai "kanker yang harus diberantas."

SUMBER: REUTERS

SUMBER:REUTERS