Kepala Pasukan AS di Korea menyatakan penyesalan setelah latihan udara AS baru-baru ini memicu protes dari Korea Selatan menyusul pertemuan langka dengan jet tempur China di atas Laut Kuning, lapor media lokal pada hari Rabu.
Jenderal Xavier Brunson mengatakan Korea Selatan telah diberitahu tentang latihan itu tetapi mengakui bahwa pejabat pertahanan tertinggi negara itu tidak diberi pengarahan tepat waktu, menurut Yonhap News.
Brunson membuat pernyataan itu saat melakukan panggilan telepon dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back setelah Seoul memprotes penanganan latihan tersebut.
"Jenderal Xavier Brunson berbicara langsung dengan Menteri Pertahanan untuk menegaskan kembali bahwa pemberitahuan telah diberikan kepada pihak Republik Korea dan menyatakan penyesalan bahwa (menteri tersebut) dan Ketua Gabungan Kepala Staf tidak diberi pengarahan tepat waktu," ujar US Forces Korea dalam sebuah pernyataan.
"US Forces Korea melaksanakan latihan rutin untuk mempertahankan tingkat kesiapan tertinggi dan memastikan dapat melaksanakan misinya. Kami tidak meminta maaf karena mempertahankan kesiapan," tambah pernyataan itu.
Jet tempur AS dan China terlibat kebuntuan singkat pada hari Rabu selama latihan Angkatan Udara AS yang melibatkan 10 pesawat F-16.
Dilaporkan F-16 tersebut terbang ke wilayah di antara zona identifikasi pertahanan udara masing-masing Korea Selatan dan China, mendorong militer China untuk mengerahkan jet tempurnya. Tidak terjadi bentrokan.
Ahn kemudian mengajukan keluhan kepada Brunson atas apa yang ia gambarkan sebagai komunikasi awal yang tidak memadai mengenai latihan itu.
Korea Selatan menampung sekitar 28.500 pasukan AS berdasarkan perjanjian pertahanan bersama antara Washington dan Seoul.



















