Netanyahu ancam pemimpin tertinggi baru Iran, bela perang AS–Israel
Perdana Menteri Israel bersumpah terus menyerang Hezbollah sambil membela serangan gabungan dengan Washington.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan ancaman tersirat terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, sekaligus membela perang gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dalam konferensi pers pertamanya sejak konflik tersebut dimulai.
Berbicara pada Kamis, Netanyahu mengatakan Iran kini “tidak lagi sama” setelah hampir dua pekan pemboman udara yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Ia menyebut Teheran telah mengalami pukulan besar terhadap Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta pasukan paramiliter Basij.
Menjawab pertanyaan melalui sambungan video, Netanyahu juga berjanji akan terus menargetkan kelompok Hezbollah di Lebanon.
Kelompok yang didukung Iran itu mulai menembakkan serangan pada 2 Maret sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran pada awal perang.
Kontak intens dengan Presiden AS
Ketika ditanya langkah apa yang mungkin diambil Israel terhadap pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei serta pemimpin Hezbollah Naim Qassem, Netanyahu menolak memberikan rincian namun menyampaikan peringatan.
“Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi teroris mana pun,” kata Netanyahu.
“Saya tidak bermaksud memberikan pesan yang persis di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan.”
Netanyahu juga mengatakan Iran dan Hezbollah kini tidak lagi menimbulkan tingkat ancaman yang sama seperti sebelum perang.
Ia menambahkan bahwa dirinya terus menjalin komunikasi intens dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama konflik berlangsung.
Menurutnya, keduanya berbicara setiap hari dan percakapan mereka berlangsung secara bebas serta terbuka.