BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Departemen Perdagangan AS tetapkan tarif anti-dumping dan subsidi tinggi untuk sel surya dari Indonesia, India, dan Laos demi lindungi industri domestik.
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Pekerja memeriksa kualitas panel surya di lini produksi pabrik manufaktur panel surya ReNew di Jaipur, India. / AP Archive

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) meresmikan penetapan bea masuk yang sangat tinggi terhadap impor sel dan panel surya asal Indonesia, India, dan Laos.

Keputusan ini diambil setelah otoritas AS menyimpulkan bahwa para produsen dari ketiga negara tersebut melakukan praktik dumping dengan menjual produk murah, serta menikmati fasilitas subsidi pemerintah yang dinilai tidak adil.

Mengutip laporan Reuters, Departemen Perdagangan AS menetapkan marjin anti-dumping untuk produsen asal Indonesia sebesar 94,36 persen. Sementara itu, produsen asal India dikenakan tarif 123,04 persen dan Laos sebesar 65,43 persen.

Selain tarif anti-dumping, pemerintah AS juga memberlakukan tarif bea masuk imbalan (countervailing duty) untuk mengimbangi subsidi pemerintah. Produsen asal Indonesia dikenakan tarif imbalan berkisar antara 73,2 persen hingga 173,7 persen.

Untuk produsen India, tarif ini ditetapkan sebesar 126,09 persen, sedangkan produsen Laos dikenakan tarif antara 82,03 persen hingga 153,67 persen.

Penyelidikan perdagangan ini bermula dari aduan Alliance for American Solar Manufacturing and Trade. Aliansi produsen panel surya domestik AS tersebut beranggotakan sejumlah perusahaan besar seperti First Solar, Hanwha Qcells, dan Mission Solar Energy.

Tim Brightbill, kuasa hukum utama aliansi tersebut, menyatakan bahwa penetapan tarif akhir ini merupakan langkah krusial dalam menegakkan hukum perdagangan serta memulihkan persaingan yang adil bagi manufaktur dan pekerja di industri surya AS. Pihaknya menegaskan akan terus memantau data impor untuk mengantisipasi perpindahan lokasi produksi dari para pelaku industri terkait.

Keputusan final mengenai sanksi ini masih menunggu penilaian dari Komisi Perdagangan Internasional AS (US International Trade Commission) yang dijadwalkan pada 14 Oktober mendatang.

Lembaga tersebut akan menentukan apakah impor dari ketiga negara berkembang ini secara nyata merugikan atau mengancam keberlangsungan industri domestik AS. Jika komisi memberikan keputusan positif, Departemen Perdagangan AS akan merilis perintah penetapan bea masuk secara resmi pada November.

Kasus ini menjadi babak baru dalam sengketa perdagangan sektor energi surya yang telah berlangsung bertahun-tahun. AS pertama kali mengenakan tarif anti-dumping dan anti-subsidi terhadap produk surya asal China pada 2012, yang kemudian memicu para produsen mengalihkan basis produksi mereka ke sejumlah negara di Asia.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia desak AS bebaskan tarif impor minyak sawit
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik
Neraca perdagangan Indonesia surplus $3,70 miliar hingga Juli 2026
Indonesia tawarkan 32 proyek strategis senilai Rp207 triliun ke investor Jepang
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA