DUNIA
3 menit membaca
Thailand tutup perbatasan dengan Kamboja karena sengketa wilayah, banyak warga yang terjebak
Penutupan ini terjadi setelah sengketa teritorial memicu bentrokan militer yang mematikan pada bulan lalu.
Thailand tutup perbatasan dengan Kamboja karena sengketa wilayah, banyak warga yang terjebak
Meningkatnya ketegangan militer antara Thailand dan Kamboja mengganggu perjalanan perbatasan. / AP

Puluhan turis dan pekerja, beberapa di antaranya membawa anak-anak, terdampar dan terjebak pada hari Selasa di perbatasan utama Thailand dengan Kamboja setelah militer menghentikan hampir semua lalu lintas perbatasan akibat sengketa wilayah yang semakin memanas.

Thailand telah menutup titik-titik penyeberangan di tujuh provinsi perbatasan, kecuali untuk pelajar dan mereka yang membutuhkan perawatan medis, setelah perselisihan yang telah berlangsung lama memicu bentrokan militer bulan lalu yang menyebabkan seorang tentara Kamboja tewas.

Kebingungan terjadi di pos pemeriksaan Ban Khlong Luek di provinsi Sa Kaeo — titik penyeberangan utama bagi mereka yang bepergian darat ke Siem Reap, Kamboja, tempat kompleks Angkor Wat berada.

Sekitar 50 pekerja Kamboja, sebagian besar pedagang yang secara rutin melintasi perbatasan untuk berdagang di Thailand, terjebak di pos pemeriksaan tersebut dan tidak dapat kembali ke rumah.

"Saya ingin pulang tadi malam, tetapi harus tidur di toko saya karena polisi tidak mengizinkan saya menyeberang," kata Malin Po, 38 tahun, seorang penjual pakaian.

"Saya biasanya menyeberang setiap hari karena saya bekerja di Thailand dan pulang ke Kamboja."

Dia mengatakan tidak ada yang menjelaskan mengapa pos pemeriksaan ditutup, yang membuat banyak orang semakin merasa frustrasi.

Polisi anti huru-hara ditempatkan di dekat titik penyeberangan — sebuah gerbang besar yang ditutup rapat dengan pagar kuning — sementara orang-orang berjalan kembali ke sisi Thailand setelah ditolak.

Chanta Wo, 32 tahun, seorang tukang kayu asal Kamboja yang tinggal di Sa Kaeo, mengatakan dia mencoba menyeberangi perbatasan setelah mendengar bahwa ibu mertuanya yang berusia 73 tahun baru saja meninggal.

Bepergian bersama istrinya, saudara laki-lakinya, putrinya yang berusia dua tahun, dan seorang bayi berusia satu bulan, dia terlihat mengganti popok anaknya di sebuah bangku dekat pos pemeriksaan.

"Saya diperingatkan oleh polisi... Saya sangat khawatir," katanya kepada AFP.

TerkaitTRT Global - Thailand memperketat keamanan di perbatasan setelah bentrokan mematikan dengan Kamboja

Sengketa Perbatasan

Selain pekerja Kamboja, beberapa turis yang berharap menyeberangi perbatasan juga terjebak.

Matteo Toso, 34 tahun, dari Turin, Italia, mengatakan dia sedang melakukan perjalanan backpacking melintasi Asia dan telah menghabiskan dua bulan mulai dari Nepal sebelum mencoba menyeberang ke Kamboja.

"Saya mungkin harus kembali ke Bangkok dan naik pesawat ke Kamboja, tetapi tentu saja itu lebih mahal," katanya kepada AFP.

Dia mengatakan khawatir ketegangan antara Thailand dan Kamboja dapat berdampak pada pariwisata Thailand dalam jangka panjang.

"Saya belum melihat banyak turis, tetapi ini adalah musim sepi," katanya.

"Jika berlanjut selama musim ramai, ini bisa buruk bagi negara."

Thailand dan Kamboja berselisih mengenai beberapa bagian kecil dari perbatasan mereka dalam sengketa yang berasal dari penetapan perbatasan sepanjang 800 kilometer (500 mil) pada awal abad ke-20 selama pendudukan Prancis di Indochina.

Kekerasan yang dipicu oleh sengketa ini telah menyebabkan setidaknya 28 kematian di wilayah tersebut sejak 2008, tetapi masalah ini mereda dalam beberapa tahun terakhir hingga pecah kembali bulan lalu.

Pembicaraan untuk mencari perdamaian terhenti, dan Kamboja telah melarang impor bahan bakar dan minyak dari Thailand, serta buah dan sayuran Thailand.

Sengketa ini juga sangat merugikan Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, yang menghadapi desakan untuk mundur akibat bocornya percakapan telepon dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, yang membuatnya dituduh terlalu lunak terhadap Phnom Penh dan melemahkan militernya sendiri.

Polisi perbatasan Thailand mengatakan belum jelas kapan penyeberangan akan dibuka kembali, menambahkan bahwa petugas di lapangan hanya mengikuti perintah militer dengan informasi yang terbatas.

TerkaitTRT Global - Thailand dan Kamboja sepakat menarik pasukan dari wilayah perbatasan yang disengketakan

SUMBER:AFP
Jelajahi
Indonesia dorong BRICS perkuat perdagangan dan akses pasar bagi UMKM
KSAU Indonesia dan Australia terbang formasi di Pitch Black 2026
Indonesia tegaskan hukum laut tetap berlaku saat perang
Berbeda dengan UEFA, Indonesia dukung Infantino lanjutkan kepemimpinan FIFA
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 120 hektare, angin kencang picu titik api baru
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Menhan RI dan Thailand perkuat kerja sama pertahanan, sepakati latihan pasukan khusus
Peluang besar UMKM lokal, Kemenhaj bidik pasar rantai pasok haji di Arab Saudi
Kemenlu AS akan tutup konsulat di Medan dan 4 negara lain
Indonesia–Thailand perkuat kemitraan strategis, fokus ekonomi dan stabilitas ASEAN
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama maritim lewat Cassowary Exercise 2026
Indonesia dorong resiliensi ASEAN hadapi ancaman bencana dan krisis
ASEAN mempercepat negosiasi CoC dengan China Laut di tengah ketegangan Selat Hormuz
Indonesia dan Jepang bahas perluasan peluang kerja serta pengembangan SDM terampil
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Perkuat pertahanan udara Indo-Pasifik, TNI AU dan PACAF gelar A2AT ke-18 di Hawaii
KBRI Tokyo imbau WNI tetap waspada setelah gempa M7,1 di Kumamoto
World Para Athletics Grand Prix 2026: Tim Para Atletik Indonesia raih 16 medali
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz