Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan resmi ke Bosnia dan Herzegovina dengan agenda utama memperdalam kemitraan pertahanan kedua negara. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Pertahanan Bosnia dan Herzegovina, Sarajevo, pada Minggu, Menhan RI diterima langsung oleh Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina, H.E. Zukan Helez.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama pertahanan yang lebih luas. Dalam dialog tingkat tinggi tersebut, kedua menteri membahas situasi strategis regional dan global, serta menekankan pentingnya kolaborasi pertahanan dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian internasional.
Usai pertemuan, kedua pihak menyampaikan komitmen bersama untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di berbagai sektor. Fokus pembahasan mencakup penguatan industri pertahanan, peningkatan kerja sama pendidikan militer, alih teknologi, serta dukungan bersama terhadap misi kemanusiaan dan operasi penjaga perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Upaya ini dinilai sebagai kontribusi nyata Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina bagi stabilitas global.
Sebagai tindak lanjut konkret, pejabat tinggi pertahanan kedua negara menandatangani Joint Statement yang menegaskan rencana percepatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pertahanan.
Pernyataan bersama tersebut juga memuat penjajakan penempatan atase pertahanan Bosnia dan Herzegovina di Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan diplomatik militer.
Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, Menhan RI turut didampingi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Agus Widodo, S.IP., M.Si. Delegasi Indonesia juga menyempatkan diri mengunjungi fasilitas industri pertahanan Pretis, guna melihat langsung potensi kerja sama di bidang industri pertahanan.
Kunjungan resmi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ke Bosnia dan Herzegovina menegaskan komitmen Indonesia untuk terus membuka ruang kolaborasi pertahanan dengan mitra internasional. Langkah ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, serta diharapkan segera ditindaklanjuti demi kepentingan pertahanan kedua negara dan upaya bersama menjaga perdamaian dunia.











