Indonesia mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berencana memperluas pendudukan di Jalur Gaza hingga mencakup 70 persen wilayah kantong Palestina tersebut.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia menolak rencana tersebut karena dinilai ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.
“Kita terus menolak dan mengecam keras rencana tersebut,” kata Sugiono di Jakarta, Rabu, usai menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N’Diaye.
Ia mendorong masyarakat internasional untuk mengambil langkah konkret guna mencegah Israel memperluas pencaplokan wilayah Gaza.
Sugiono juga kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan di Palestina.
“Bagi Indonesia, intinya, yang menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” ujarnya.

Bahas Palestina dengan Türkiye
Sugiono mengatakan isu Palestina, termasuk ancaman perluasan pendudukan Gaza, turut menjadi pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan di Hambalang, Bogor, pada Rabu (3/6).
Menurut dia, Indonesia dan Türkiye sepakat untuk bekerja sama mengembalikan perhatian dunia terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah konflik antara Israel dan Iran.
“Kita harus kembali ke sana, dan untuk itu kita harus mencari cara untuk menyelesaikan konflik ini,” kata Sugiono.
Pekan lalu, Netanyahu menyatakan Israel berencana memperluas kontrol militernya hingga 70 persen wilayah Gaza. Menurut laporan Anadolu Agency, pasukan Israel saat ini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah tersebut.
Sebelumnya, militer Israel mengumumkan telah mengendalikan 53 persen wilayah Gaza setelah mundur ke wilayah yang disebut “Garis Kuning” dalam fase pertama proposal perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menanggapi pernyataan Netanyahu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa rencana penguasaan 70 persen wilayah Gaza tidak termasuk dalam proposal perdamaian yang disusun pemerintahan Trump.
“Kami memiliki rencana. Tetapi rencana itu tidak mencakup hal tersebut,” kata Rubio di hadapan Kongres AS pada Selasa (2/6).


















