DUNIA
3 menit membaca
AS sita kapal tanker ketiga bermuatan minyak Venezuela di Samudra Hindia
Pasukan militer AS menaiki kapal Bertha di Samudra Hindia setelah melacaknya dari perairan Venezuela, menandai penyitaan ketiga Washington terhadap kapal tanker yang terkait penegakan sanksi.
AS sita kapal tanker ketiga bermuatan minyak Venezuela di Samudra Hindia
Kapal tanker minyak berbendera Guinea MT Bandra yang terkena sanksi sebagian terlihat di terminal El Palito dekat Puerto Cabello, Venezuela. / Reuters

Pasukan militer Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker minyak yang masuk daftar sanksi di Samudra Hindia setelah melacak pergerakannya dari perairan Karibia, demikian disampaikan Pentagon pada Selasa. Penyitaan ini menjadi yang ketiga di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Setelah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer bulan lalu di Caracas, Washington meningkatkan blokade terhadap kapal-kapal yang dikenai sanksi dan berlayar menuju serta dari negara Amerika Selatan tersebut, yang merupakan anggota OPEC.

Dalam unggahan di X, Departemen Pertahanan AS menyatakan pasukannya menaiki kapal Bertha pada malam hari. Kapal tanker pengangkut minyak mentah itu dituduh berupaya melanggar sanksi yang berkaitan dengan Iran.

Bertha, yang berbendera Kepulauan Cook, terhubung dengan Shanghai Legendary Ship Management Company Limited dan termasuk dalam daftar sanksi yang dijatuhkan pada Januari 2020, menurut Office of Foreign Assets Control di Departemen Keuangan AS.

Perusahaan pengelola kapal tersebut belum dapat segera dimintai komentar.

Kapal tanker tinggalkan perairan Venezuela awal Januari

Posisi terakhir kapal yang terdeteksi melalui sistem pelacakan AIS tercatat pada 24 Februari saat berlayar di Samudra Hindia, lepas pantai Maladewa, berdasarkan data MarineTraffic.

“Semalam, pasukan AS melakukan hak kunjungan, intersepsi maritim, dan menaiki Bertha tanpa insiden di wilayah tanggung jawab INDOPACOM. Kapal tersebut beroperasi dengan melanggar karantina yang ditetapkan Presiden Trump terhadap kapal-kapal bersanksi di Karibia dan berupaya menghindar,” tulis Pentagon.

“Dari Karibia hingga Samudra Hindia, kami melacaknya dan menghentikannya.”

“Tiga kapal mencoba melarikan diri dan kini ketiganya telah ditangkap,” tambah Pentagon, tanpa merinci lebih lanjut.

Bertha meninggalkan perairan Venezuela pada awal Januari sebagai bagian dari armada yang hampir seluruhnya telah disita oleh AS. Kapal itu membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah berat jenis Merey yang ditujukan ke China, menurut laporan pengiriman dari perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pasukan militer Amerika telah menaiki kapal tanker Suezmax Aquila II di Samudra Hindia. Tindakan tersebut kemudian diikuti penyitaan Veronica III di kawasan yang sama pada 15 Februari.

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan Departemen Pertahanan untuk mengganti namanya menjadi Department of War, perubahan yang masih memerlukan persetujuan Kongres.

Kapal-kapal yang sebelumnya disita berada dalam daftar sanksi AS atau merupakan bagian dari “armada bayangan” yang menyamarkan asal-usulnya untuk mengangkut minyak dari produsen besar yang dikenai sanksi seperti Iran, Rusia, atau Venezuela.

Sejak Desember, pasukan AS telah mencegat 10 kapal tanker—termasuk penyitaan terbaru ini—dan setidaknya dua di antaranya telah dilepaskan kembali kepada pemerintahan baru Venezuela, menurut analisis Reuters.

“Perairan internasional bukan tempat berlindung bagi pihak yang dikenai sanksi. Lewat darat, udara, maupun laut, pasukan kami akan menemukan Anda dan menegakkan keadilan,” tegas Pentagon.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Indonesia-Australia dorong stabilitas kawasan dan perkuat kerja sama maritim
Kemlu: Memorandum Badr dengan Türkiye, Pakistan dan Qatar perkuat kapasitas industri pertahanan
Menlu Indonesia dan Australia sepakat perkuat stabilitas kawasan dan kemitraan bilateral
Indonesia dan AS kolaborasi amankan bangkai kapal USS Houston di Selat Sunda
Türkiye gandeng Indonesia, Qatar, dan Pakistan kembangkan produksi alutsista bersama
Kebakaran hutan meluas, Presiden Prabowo sindir negara yang suka hina Indonesia
Ancam turunkan status pasar saham RI, Presiden Prabowo sebut MSCI coba intimidasi Indonesia
Indonesia dan Portugal sepakati pengakuan sertifikat awak kapal perikanan
Uni Eropa kucurkan bantuan Rp4,02 miliar tangani dampak kekeringan di Indonesia
Indonesia desak akses pendidikan Palestina dijamin, BAZNAS salurkan beasiswa Rp22 miliar
Apa itu virus dengue?
Presiden Prabowo beri penghargaan kepada 140 personel Polri usai misi PBB di Afrika Tengah
Menlu Indonesia tegaskan komitmen perkuat PBB dan dorong reformasi multilateralisme
Indonesia dorong OKI perkuat penyelesaian konflik internal dan dukungan bagi Palestina
Indonesia dan Australia kerahkan kapal perang saat latihan bersama, perkuat kekuatan maritim
Guterres apresiasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, soroti peran stabilisasi di Afrika Tengah
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Guterres temui Presiden Prabowo, apresiasi dukungan Indonesia terhadap perdamaian global
Dievakuasi dari pohon setinggi 10 meter, orang utan korban karhutla di Kotim selamat
Kebakaran hutan di Kalimantan kian parah, penyelamatan orang utan melonjak tajam