Presiden Prabowo Subianto tiba di Yordania pada Selasa malam (24/2) waktu setempat dengan sambutan militer yang menonjol, termasuk pengawalan jet tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Yordania Hasyimiah menjelang pendaratan di Amman.
Menurut keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, penyambutan tersebut dimaknai sebagai bentuk kehormatan tinggi dari Yordania kepada kepala negara Indonesia.
Pesawat kepresidenan mendarat di Bandara Militer Marka sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Di apron bandara, Prabowo disambut langsung oleh Putra Mahkota Yordania, Al Hussein bin Abdullah II, bersama pasukan kehormatan. Hadir pula Duta Besar RI untuk Yordania, Ade Padmo Sarwono, serta Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Hingga kini, Indonesia dan Yordania telah menjalin kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pertahanan, hingga pertanian, serta aktif berkoordinasi dalam isu-isu Timur Tengah.
Agenda utama lawatan berlangsung pada Rabu siang waktu setempat, ketika Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Al Husseiniya.
Pertemuan bilateral ini merupakan yang kedua bagi Prabowo setelah kunjungan kenegaraan pertamanya ke Amman pada April 2025.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin diperkirakan akan menindaklanjuti sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral sekaligus bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik global, khususnya terkait proses pemulihan di Gaza.
Isu yang diperkirakan akan menjadi salah satu topik utama dalam dialog Prabowo dan Raja Abdullah II, Indonesia dan Yordania saat ini sama-sama menjadi anggota Board of Peace (BoP) Gaza.




















