BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Danantara terbitkan obligasi dolar perdana, himpun $1,5 miliar dari investor global
Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum, termasuk mendanai investasi baru serta melakukan pembiayaan kembali terhadap utang yang telah ada.
Danantara terbitkan obligasi dolar perdana, himpun $1,5 miliar dari investor global
Danantara menjadi instrumen utama pemerintah dalam mengelola dan mengoptimalkan investasi strategis nasional. / Reuters

Danantara menghimpun dana sebesar $1,5 miliar melalui penerbitan perdana obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat. Tingginya permintaan investor mendorong peningkatan nilai emisi sekaligus penurunan imbal hasil yang ditawarkan.

Berdasarkan dokumen penawaran yang ditinjau Reuters pada Jumat (12/6), transaksi tersebut memperoleh permintaan lebih dari $4,6 miliar hingga Kamis malam waktu Asia. Besarnya minat pasar memungkinkan Danantara memangkas imbal hasil akhir sebesar 35 basis poin dibandingkan panduan harga awal.

Penerbitan ini dipandang sebagai indikator penting untuk mengukur kepercayaan investor global terhadap aset-aset Indonesia. Uji pasar tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran sebagian pelaku investasi mengenai pelemahan tajam nilai tukar rupiah, kebijakan ekonomi populis Presiden Prabowo Subianto, serta semakin luasnya peran Danantara dalam perekonomian nasional.

Dalam transaksi perdananya, Danantara Investment Management menerbitkan obligasi senilai $750 juta dengan tenor lima tahun dan $750 juta untuk tenor 10 tahun. Sebelumnya, Reuters melaporkan perusahaan menargetkan penghimpunan dana sekitar $1 miliar yang dibagi rata pada kedua tenor tersebut.

Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan tingkat imbal hasil 5,35 persen, sedangkan surat utang bertenor 10 tahun menawarkan yield 5,95 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan indikasi awal yang dipatok sekitar 5,70 persen untuk tenor lima tahun dan 6,30 persen untuk tenor 10 tahun. 

Keberhasilan penawaran obligasi ini terjadi tidak lama setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen untuk menstabilkan rupiah yang sebelumnya menyentuh serangkaian titik terlemah baru.

Obligasi tersebut dijadwalkan diterbitkan pada 18 Juni mendatang sebagai bagian dari program Global Medium-Term Note (GMTN) senilai $5 miliar.

Sejumlah lembaga keuangan internasional dan regional bertindak sebagai joint bookrunner sekaligus joint lead manager dalam transaksi ini, yakni Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.

TerkaitTRT Indonesia - Danantara siapkan investasi Rp202,4 triliun untuk empat proyek prioritas pada 2026


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi