PERANG GAZA
2 menit membaca
'Eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya': Israel tutup seluruh akses ke kota di Tepi Barat
Walikota kota tersebut mengatakan bahwa penutupan ini mengisolasi Sinjil setelah pasukan menyegel rute akses terakhirnya, menyebut langkah ini sebagai 'eskalasi tanpa precedent' dari kebijakan hukuman kolektif Israel.
'Eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya': Israel tutup seluruh akses ke kota di Tepi Barat
[ARSIP]: Sejak 2023, setidaknya 1.173 warga Palestina tewas dalam operasi militer Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki. / Reuters

Tentara Israel menutup akses ke kota Sinjil di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu setelah menutup jalan terakhir yang menghubungkannya dengan desa-desa terdekat, menurut pejabat setempat.

Wali Kota Sinjil, Moataz Tawafsha, mengatakan pasukan Israel memblokir jalan akses terakhir kota itu dengan gundukan tanah, menggambarkan langkah tersebut sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya."

Ia mengatakan penutupan kini meluas bukan hanya ke pintu masuk utama tetapi juga ke jalan sekunder dan jalan pertanian, sehingga kota itu benar-benar terisolasi.

Kota benar-benar terisolasi

Menurut Tawafsha, pasukan Israel telah menutup enam pintu masuk utama dan 16 jalan sekunder serta jalan pertanian dengan gerbang besi, gundukan tanah, dan penghalang batu sebagai bagian dari pengepungan yang diperketat terhadap kota itu.

"Di Sinjil, pendudukan tidak hanya menutup jalan; mereka berusaha memutus akses terhadap mata pencaharian, layanan kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari," ujar dia.

Tawafsha menuduh otoritas Israel menerapkan "setiap bentuk hukuman kolektif" terhadap kota itu dan berupaya mengisolasi serta mencekik penduduknya.

"Apa yang terjadi bukan sekadar penutupan jalan, tetapi pengepungan total kota dan eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang semakin menambah penderitaan penduduk," tambahnya.

Ia mendesak organisasi kemanusiaan dan hak asasi internasional untuk segera campur tangan menghentikan apa yang ia sebut sebagai kebijakan hukuman kolektif Israel di kota itu, yang terletak di utara Ramallah.

Israel merebut tanah untuk perluasan pemukiman

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Israel telah memasang pagar kawat di sisi timur Sinjil dekat Rute 60 dan menempatkan gerbang di pintu masuk utamanya, memutus akses kota ke daerah pertanian yang luas.

Lebih awal pada Rabu, Komisi Perlawanan terhadap Pemukiman dan Tembok Palestina mengatakan Israel telah mengambil alih sekitar 115 acre (46,5 hektar) tanah milik Sinjil dan menyatakannya sebagai "tanah negara" sebagai bagian dari rencana untuk memperluas pos pemukiman ilegal Karmei Tzur yang dibangun di atas tanah kota itu.

Sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, sedikitnya 1.173 warga Palestina tewas, 12.666 terluka dan sekitar 23.000 ditangkap dalam serangan Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki, menurut angka Palestina.

SUMBER:TRT World & Agencies