Turkiye dan Inggris membahas penghapusan sanksi tanpa syarat terhadap Suriah, khususnya untuk memulihkan aliran keuangan, dalam pembicaraan diplomatik di ibu kota Turki, Ankara.
Menurut sumber diplomatik Turki, pertemuan pada hari Senin tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Nuh Yilmaz, dan Hamish Falconer dari Inggris, Menteri Negara untuk Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, dan Pakistan.
Diskusi diplomatik tersebut mencakup isu-isu terkait masa depan Suriah dan masalah regional lainnya. Yilmaz menyampaikan penilaian Turkiye tentang kondisi keamanan, kemanusiaan, dan ekonomi di Suriah, dengan menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif terhadap krisis tersebut.
Ia menegaskan pentingnya mendukung upaya rekonsiliasi nasional untuk memulihkan pemerintahan pusat dan menekankan bahwa gerakan separatis tidak akan memiliki tempat dalam proses ini.
Yilmaz juga membahas rekonstruksi dan pengembangan ekonomi Suriah. “Isu penghapusan sanksi secara tanpa syarat dan menyeluruh — khususnya untuk memungkinkan aliran keuangan ke negara tersebut — telah dibahas,” kata sumber tersebut.
Turkiye dan Inggris sepakat untuk melanjutkan dialog konsultasi terkait Suriah dan isu-isu regional lainnya.
Pertemuan ini berlangsung setelah jatuhnya rezim Bashar al Assad pada bulan Desember, Suriah saat berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin oleh Ahmed Alsharaa.



















