Prabowo rencanakan Hashim Djojohadikusumo pimpin satgas pembiayaan taman nasional
Pemerintah tengah menyiapkan satuan tugas khusus untuk mencari sumber pendanaan inovatif bagi pengelolaan taman nasional di Indonesia, dengan melibatkan sektor swasta dan mengembangkan konsep eco-tourism.
Presiden Prabowo Subianto berencana menunjuk Hashim Djojohadikusumo sebagai ketua Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Pembentukan satgas ini bertujuan mencari skema pendanaan baru yang lebih berkelanjutan bagi pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan rencana tersebut dibahas saat dirinya bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis sore.
Menurut Raja Juli, pemerintah sedang menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) dan Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembentukan satgas tersebut.
“Keppres tentang inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional akan segera terbit dan akan dipimpin oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Saya akan menjadi wakil ketua,” kata Raja Juli kepada wartawan di kompleks Istana, seperti dikutip dari Antara, Kamis (13/3).
Dalam struktur satgas itu, mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga direncanakan menjabat sebagai wakil ketua.
Dorong pendanaan inovatif dan keterlibatan swasta
Raja Juli menjelaskan satgas ini nantinya bertugas mencari sumber pembiayaan baru yang lebih inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan taman nasional.
Pemerintah juga berencana melibatkan sektor swasta dalam pengembangan kawasan konservasi tersebut.
“Kita akan mencari pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan, termasuk melibatkan sektor swasta agar taman nasional kita bisa menjadi taman nasional berkelas dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan upaya tersebut tetap mengedepankan pelestarian hutan dan perlindungan satwa liar yang menjadi kekayaan alam Indonesia.
Fokus pada pengembangan eco-tourism
Raja Juli mengakui bahwa selama ini pengelolaan taman nasional masih menghadapi keterbatasan anggaran. Bahkan, menurutnya, direktorat jenderal yang membawahi taman nasional mengelola anggaran yang relatif lebih kecil dibandingkan unit lain di kementerian.
Karena itu, pemerintah ingin mendorong model pembiayaan baru agar taman nasional bisa lebih mandiri secara finansial.
Salah satu pendekatan yang akan dikembangkan adalah konsep eco-tourism, yaitu pariwisata berbasis pelestarian alam.
Menurut Raja Juli, jika taman nasional mampu berdiri secara finansial, kawasan tersebut berpotensi menjadi profit center, seperti sejumlah taman nasional di Afrika dan Amerika yang mampu menghasilkan pendapatan sekaligus menjaga kelestarian alam.
“Intinya adalah eco, alam. Bukan mass tourism,” kata Raja Juli menegaskan.