BISNIS DAN TEKNOLOGI
1 menit membaca
Rupiah menguat tipis setelah China kurangi eksposur utang AS
Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Selasa (10/2) di tengah kabar China mendorong lembaga keuangannya mengurangi kepemilikan utang pemerintah AS.
Rupiah menguat tipis setelah China kurangi eksposur utang AS
Rupiah dibuka di level Rp16.799 per dolar AS. / Reuters

Rupiah dibuka di level Rp16.799 per dolar AS, menguat enam poin atau 0,04 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.805 per dolar AS. Pergerakan ini terjadi saat pelaku pasar mencermati dampak geopolitik dari menurunnya minat China terhadap aset-aset AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah dipicu pelemahan dolar AS setelah muncul laporan mengenai arahan terbaru pemerintah China kepada lembaga keuangan domestik.

“Rupiah berpotensi lanjut menguat terhadap dolar AS yang melemah akibat laporan bahwa pemerintah China menyarankan lembaga keuangan mengurangi kepemilikan obligasi AS,” kata Lukman di Jakarta, dikutip Antara.

Ia menyebut China memang telah bertahap mengurangi kepemilikan surat utang AS dalam beberapa tahun terakhir, dan kini mendorong institusi swasta maupun milik negara melakukan hal serupa. Langkah ini mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap aset AS serta meredanya hubungan ekonomi kedua negara.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Indonesia periode Desember 2025. Pertumbuhan diperkirakan melambat ke 5,5 persen dari 6,3 persen pada bulan sebelumnya, yang bisa menahan laju penguatan rupiah.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah tegaskan independensi BI saat rupiah tembus rekor terendah ke level 16.985 per dolar AS
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
MRT Jakarta jajaki investasi kawasan Glodok bersama mitra Singapura
Inflasi September 3,28 persen, BI optimistis harga tetap terkendali hingga 2027
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Surplus neraca dagang Agustus diprediksi meningkat, inflasi September naik tipis
Ekspor batu bara Indonesia tembus US$18,1 miliar, aturan diperketat
IHSG melemah dan rupiah tembus Rp18.000 di tengah tekanan pasar global
BI perkuat intervensi dan likuiditas saat Rupiah tertekan Dolar AS dan arus modal keluar
Rupiah tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, jatuh hampir 1 persen sepekan
Danantara dan Thales jajaki kerja sama AI hingga keamanan siber
Indonesia dan Rusia kembangkan potensi teknologi satelit dan AI untuk akses digital
Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
Wamenhan RI dan Prancis tinjau program pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya
Arus modal asing capai Rp140,7 triliun, pemerintah siapkan strategi fiskal
BI pertahankan suku bunga 5,75 persen, perkuat insentif lindung nilai
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Indonesia dorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Korea Selatan
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol
BPOM Indonesia dan China siapkan kesepakatan baru keamanan obat dan pangan
Perdagangan Indonesia-Rumania cetak rekor tertinggi pada 2026