BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
Kemenkeu bakal merilis paket stimulus kendaraan listrik yang mencakup 500 ribu unit motor listrik hingga pembebasan PPN. Pemerintah juga merayu Toyota memindahkan basis produksi ke Indonesia.
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
International Auto Show yang diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) di Tangerang, Indonesia, Kamis, 30 Juli 2026.

Pemerintah bersiap meluncurkan paket stimulus baru untuk mendongkrak penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (electric vehicle/EV) di tanah air. Kebijakan ini mencakup insentif untuk pembelian sepeda motor listrik hingga pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk jenis kendaraan listrik tertentu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi rencana tersebut dalam sebuah pameran otomotif pada Selasa (4/8). Ia menyebutkan bahwa paket insentif tersebut ditargetkan mencakup penjualan sekitar 500 ribu unit motor listrik.

"Rincian stimulus ini bakal diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam dua hingga tiga pekan ke depan," ujar Purbaya.

Sebelumnya, Menkeu sempat menyampaikan rencana pemberian subsidi sebesar Rp5 juta untuk setiap pembelian satu unit motor listrik, meski besaran nominal tersebut tidak kembali disinggung dalam pernyataan utamanya pada acara tersebut. Selain subsidi motor listrik, pemerintah juga berencana memberikan insentif pembebasan PPN hingga 100 persen untuk pembelian jenis kendaraan listrik tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya melontarkan tawaran menarik bagi pabrikan otomotif raksasa asal Jepang, Toyota Motor Corp. Ia menegaskan siap meloloskan berbagai permintaan insentif khusus jika Toyota bersedia memindahkan basis pabrik manufaktur utamanya dari Thailand ke Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan ambisi jangka panjang Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pusat industri manufaktur otomotif dan rantai pasok kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah sendiri telah menetapkan target adopsi kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri, yakni mengoperasikan 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik pada tahun 2030 mendatang.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah siapkan skema insentif EV untuk perkuat industri domestik
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Indonesia perluas kemitraan energi dengan Nigeria dan Angola
Indonesia-Kanada perkuat perdagangan dan investasi lewat ICA-CEPA
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat