Indonesia dan China perkuat kerjasama kesehatan digital dan AI medis

Kedua negara sepakat untuk memperdalam kerjasama sistem kesehatan digital melalui pembentukan laboratorium bersama dan dorongan alih teknologi.

By
Indonesia dan China perkuat kerjasama kesehatan digital dan AI medis. (Foto: Kemenkes RI)

Dalam kunjungan kerja ke China pada bulan ini, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavius berhasil memperluas kemitraan strategis di bidang kesehatan digital, kecerdasan artifisial (AI) medis, riset kesehatan, serta standardisasi dan industri alat kesehatan.

Kunjungan kerja ke kota-kota di China yaitu Xuzhou, Hefei, dan Hangzhou tersebut menghasilkan penandatanganan Tripartite Memorandum of Agreement (MoA) antara Xuzhou Medical University (XZMU), Kementerian Kesehatan RI, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) guna membentuk Laboratorium Bersama China–Indonesia untuk Digital Medicine dan Proactive Health (Kedokteran Digital dan Kesehatan Proaktif).

Menurut Wamenkes, kolaborasi ini dirancang untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional berbasis riset dan teknologi yang aman serta terstandar. 

“Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujarnya dikutip dari pernyataan resmi tertulis.

Dalam rangkaian agenda tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau penerapan AI di layanan kesehatan primer serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). 

Pemerintah Indonesia mendorong alih teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pembangunan fasilitas produksi TCM di Indonesia.

Wamenkes menegaskan seluruh kemitraan internasional dijalankan dengan prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan. 

Kunjungan ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia–China sekaligus mendukung prioritas nasional, termasuk percepatan eliminasi tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan primer.