DUNIA
2 menit membaca
Negara-negara berlomba melacak penumpang yang turun dari kapal pesiar yang terjangkit hantavirus
Pemerintah Belanda pada hari Rabu mengatakan sekitar 40 penumpang telah turun dari kapal di Santa Helena, tempat kapal itu berhenti sebelum menuju Tanjung Verde, sebelum wabah dilaporkan.
Negara-negara berlomba melacak penumpang yang turun dari kapal pesiar yang terjangkit hantavirus
Pemandangan drone memperlihatkan kapal pesiar MV Hondius, yang mengangkut penumpang yang diduga terjangkit hantavirus, saat berangkat dari Praia. / Reuters

Negara-negara di seluruh dunia pada Kamis bergegas melacak orang-orang yang telah meninggalkan kapal pesiar yang terkena wabah hantavirus sebelum kapal itu terdampar di lepas pantai Cape Verde, dalam upaya mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Tiga orang — sepasang suami istri Belanda dan seorang warga negara Jerman — meninggal dalam wabah di MV Hondius. Delapan orang, termasuk seorang warga Swiss, diduga telah tertular virus tersebut, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Pemerintah Belanda pada Rabu mengatakan sekitar 40 penumpang telah turun dari kapal di Santa Helena, tempat kapal singgah dalam perjalanan menuju Cape Verde — sebelum wabah dilaporkan.

Keberadaan banyak penumpang tersebut hingga saat ini belum diketahui.

Salah satu yang turun adalah istri dari pria Belanda yang meninggal di kapal pada 11 April. Dia sendiri jatuh sakit dan meninggal sebelum sempat mencapai Belanda.

Maskapai Belanda KLM pada Rabu mengatakan telah menurunkan wanita itu dari pesawat di Johannesburg pada 25 April karena kondisi medisnya yang memburuk.

Virus yang ditemukan pada para korban telah dikonfirmasi sebagai varian Andes, yang dapat menular antar manusia melalui kontak sangat dekat.

Para ahli menekankan bahwa penularan sangat jarang terjadi, tetapi wabah ini telah membuat otoritas kesehatan berada dalam siaga tinggi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Rabu mengatakan sedang memantau dengan cermat situasi terkait turis AS yang berada di kapal itu, menambahkan bahwa risiko bagi publik Amerika sangat rendah pada saat itu.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Kamis mengatakan satu warga Prancis telah berhubungan dengan orang yang jatuh sakit tetapi saat ini tidak menunjukkan gejala.

Kementerian Kesehatan Argentina mengatakan akan melakukan penjebakan dan analisis hewan pengerat di kota Ushuaia di selatan, titik asal kapal pesiar itu.

MV Hondius, dengan hampir 150 orang di dalamnya, diperkirakan akan bersandar di Tenerife, Spanyol, di Kepulauan Canary, pada Sabtu.

Setibanya di Tenerife, jika mereka masih sehat, semua warga negara non-Spanyol akan dipulangkan ke negara masing-masing, sementara 14 penumpang asal Spanyol akan dikarantina di sebuah rumah sakit militer di Madrid.

Tiga pasien dievakuasi dari kapal pada Rabu. Salah satunya dirawat di sebuah rumah sakit di Belanda, sementara satu lagi dipindahkan ke Jerman untuk perawatan medis.

Pesawat yang membawa pasien ketiga dijadwalkan mendarat di Belanda pada Kamis dini hari, setelah mengalami penundaan akibat masalah pada alat bantu hidup pasien.

SUMBER:TRT World & Agencies