Türkiye bebaskan visa bagi warga China
Mulai 2 Januari, warga negara China pemegang paspor biasa dapat berkunjung ke Türkiye hingga 90 hari tanpa visa. Kebijakan ini ditujukan untuk mendongkrak pariwisata dan hubungan dagang kedua negara.
Türkiye secara resmi memberlakukan kebijakan bebas visa bagi warga negara China pemegang paspor biasa untuk keperluan wisata dan transit. Kebijakan ini tertuang dalam dekret presiden yang dipublikasikan di Lembaran Resmi Negara pada Rabu.
Aturan baru yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdoğan tersebut memungkinkan wisatawan asal China tinggal di Türkiye hingga 90 hari dalam periode 180 hari. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 2 Januari 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat hubungan pariwisata dan perdagangan antara Türkiye dan China, seiring lonjakan signifikan jumlah wisatawan asal Negeri Tirai Bambu dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data resmi pemerintah Türkiye, sekitar 410 ribu wisatawan China mengunjungi negara tersebut sepanjang 2024. Angka ini melonjak 65,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
China kini tercatat sebagai salah satu pasar pariwisata dengan pertumbuhan tercepat bagi Türkiye.
Daya tarik kelas dunia
Awal tahun ini, Duta Besar China untuk Türkiye, Jiang Xuebin, menyoroti daya tarik Türkiye di mata wisatawan China.
“Türkiye menarik wisatawan China dengan sejarahnya yang kaya, budaya yang beragam, serta destinasi kelas dunia,” ujar Jiang dalam sebuah acara di Kedutaan Besar China di Ankara. Ia menambahkan, periode pascapandemi menunjukkan lonjakan kunjungan yang signifikan, menjadikan Türkiye sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di antara wisatawan internasional.
Jiang juga mengungkapkan pengalamannya menyaksikan langsung peninggalan peradaban kuno dan keindahan alam Türkiye, yang menurutnya memperkuat hubungan budaya dan pariwisata kedua negara.
Pemerintah setempat menilai kebijakan bebas visa ini akan semakin mendorong kunjungan wisatawan China, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperdalam hubungan bilateral.
Hubungan Türkiye dan China terus menguat melalui peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata, dan pertukaran budaya, dengan kedua negara sama-sama aktif mendorong kerja sama ekonomi dan diplomatik yang lebih erat.