DUNIA
2 menit membaca
Akses obat HIV Lenacapavir diperluas, Indonesia termasuk dalam program global
Global Fund juga memperluas dukungan ke 12 negara tambahan, termasuk Indonesia, Benin, Botswana, Republik Dominika, Fiji, Georgia, Haiti, Honduras, Maroko, Papua Nugini, Rwanda, dan Thailand.
Akses obat HIV Lenacapavir diperluas, Indonesia termasuk dalam program global
LEN merupakan terapi pencegahan HIV berbasis suntikan jangka panjang yang diberikan dua kali setahun. / Dok. Global Fund
5 jam yang lalu

Upaya global untuk menekan penyebaran HIV memasuki fase baru setelah Amerika Serikat bersama Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria memperluas komitmen distribusi obat pencegahan inovatif lenacapavir (LEN). Inisiatif ini menargetkan tambahan satu juta penerima dalam tiga tahun ke depan, sehingga total capaian diharapkan mencapai 3 juta orang pada 2028.

Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands, menekankan urgensi percepatan akses terhadap terapi ini. “Lenacapavir beraksi lama berpotensi mengubah lanskap pencegahan HIV dengan mengatasi sejumlah kendala struktural yang selama ini menghambat adopsi metode ini. Tugas kita saat ini adalah mewujudkan kemajuan ilmiah tersebut menjadi akses yang luas dan merata, secara cepat dan dalam skala besar.” ujarnya.

LEN merupakan terapi pencegahan HIV berbasis suntikan jangka panjang yang diberikan dua kali setahun. Dalam uji klinis, efektivitasnya mendekati 100 persen dalam mencegah infeksi baru. Pendekatan ini juga dinilai lebih praktis dibandingkan metode pre-exposure prophylaxis (PrEP) berbasis pil harian, yang kerap menghadapi kendala kepatuhan penggunaan.

Seiring meningkatnya permintaan global, Global Fund juga memperluas dukungan ke 12 negara tambahan, termasuk Indonesia, Benin, Botswana, Republik Dominika, Fiji, Georgia, Haiti, Honduras, Maroko, Papua Nugini, Rwanda, dan Thailand.

Dari sisi pasokan, Gilead Sciences telah memberikan lisensi sukarela kepada sejumlah produsen untuk memproduksi versi generik LEN. Langkah ini diperkuat dengan peluncuran mekanisme Expression of Interest untuk mempercepat ketersediaan produk generik yang memenuhi standar kualitas internasional.

Produksi versi generik LEN diperkirakan mulai tersedia pada 2027 dengan biaya sekitar $40 per tahun di lebih dari 100 negara, melalui kerja sama dengan Unitaid dan Gates Foundation.

Langkah ini menegaskan dorongan global untuk mempercepat akses terhadap teknologi kesehatan inovatif, sekaligus memastikan bahwa alat pencegahan yang menyelamatkan nyawa dapat menjangkau komunitas yang paling terdampak HIV secara lebih luas dan merata.

TerkaitTRT Indonesia - BPOM perluas penggunaan vaksin campak untuk dewasa, WHO beri dukungan penuh

SUMBER:TRT Indonesia