Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Senin pagi, setelah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami tujuh kali erupsi dalam rentang beberapa jam. Kolom abu terpantau menjulang antara 300 hingga 1.100 meter di atas puncak, menunjukkan aktivitas magma yang masih aktif.
Menurut laporan Antara berdasarkan Pos Pengamatan, letusan pertama terjadi pada pukul 00.38 waktu setempat dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter dan mengarah ke barat daya. Aktivitas ini terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 135 detik.
Puncak aktivitas terjadi pada pukul 06.51 waktu setempat. Dalam keterangannya, petugas pengamatan, Liswanto, menyatakan bahwa erupsi tersebut menghasilkan kolom abu tertinggi yang teramati hingga 1.100 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu terlihat menyebar dengan intensitas sedang ke arah selatan.
Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level III (Siaga) untuk Semeru. Status ini berdasarkan tingginya aktivitas vulkanik yang berpotensi membahayakan wilayah di sekitarnya.
Otoritas mengeluarkan sejumlah larangan bagi masyarakat. Aktivitas tidak diperbolehkan di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di kawasan tersebut, mengingat potensi meluasnya awan panas dan aliran lahar.
Jalur-jalur ini berpotensi menjadi lintasan guguran lava dan lahar, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat memicu aliran material vulkanik ke wilayah hilir.









