IKLIM
4 menit membaca
Korban tewas akibat gempa Filipina bertambah menjadi 41 orang
Sekitar 88.000 orang terdampak di Mindanao Selatan, dengan 22.690 di antaranya mengungsi, sementara gempa susulan masih terus terjadi.
Korban tewas akibat gempa Filipina bertambah menjadi 41 orang
Petugas mencari korban di toko yang runtuh sehari setelah gempa M7,8 di General Santos, Filipina. / Reuters

Dokter di Filipina merawat pasien di tenda-tenda yang didirikan di bawah terik matahari pada Selasa setelah gempa besar yang merobohkan bangunan dan memicu peringatan tsunami. Petugas kesehatan juga membantu seorang ibu muda melahirkan, sementara jumlah korban tewas meningkat menjadi lebih dari 40 orang.

Menurut badan penanggulangan bencana nasional dan daerah, ribuan orang mengungsi dan lebih dari 450 orang terluka setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Pulau Mindanao pada Senin. Pihak berwenang meyakini hanya empat orang yang masih dinyatakan hilang.

Data resmi menunjukkan sedikitnya 479 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 456 korban tercatat di Region 12, sementara 23 lainnya berada di Wilayah Davao.

Gempa tersebut berdampak pada sekitar 88 ribu orang di seluruh Mindanao Selatan, dengan 22.690 orang di antaranya terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pihak berwenang mengatakan banyak warga masih bertahan di ruang terbuka karena gempa susulan yang terus terjadi dan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.

Di Provinsi Sarangani yang mengalami kerusakan paling parah, sejumlah wilayah hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter. Pejabat setempat mengatakan kekhawatiran terhadap gempa susulan memperlambat operasi pencarian dan penyelamatan.

Kepala Pertahanan Sipil Regional Rodrigo Sosmena mengatakan, "Gempa susulan masih terus terjadi. Karena itu tim penyelamat bergerak dengan sangat hati-hati. Ini menjadi tantangan yang besar."

Sekitar dua jam setelah gempa utama, wilayah tersebut kembali diguncang gempa susulan yang kuat, sementara ratusan gempa kecil lainnya juga tercatat.

Kerusakan infrastruktur yang parah menyebabkan sejumlah permukiman diperkirakan akan terisolasi dari dunia luar selama sedikitnya sepekan. Jalan-jalan rusak dan runtuhnya sebuah jembatan menghambat akses transportasi.

Jurnalis AFP di sebuah rumah sakit dekat General Santos, kota terbesar di wilayah tersebut, menyaksikan seorang ibu melahirkan di balik tirai darurat yang dipasang di area terbuka.

Di rumah sakit lain di Kota Glan, tempat sedikitnya 13 orang tertimbun longsor di rumah mereka, lebih dari 60 pasien dirawat di tempat tidur yang diletakkan di luar ruangan karena kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.

Seorang pejabat rumah sakit mengatakan, "Rumah sakit mengalami kerusakan serius. Insinyur kota memutuskan bangunan ini tidak lagi layak digunakan."

Berdasarkan data yang dihimpun AFP dari sumber-sumber di tingkat provinsi, jumlah korban tewas hingga Selasa pagi telah mencapai 41 orang.

Pihak berwenang mengatakan sembilan jembatan dan 19 ruas jalan mengalami kerusakan, dengan total kerugian infrastruktur melebihi 900 juta peso atau sekitar 14,6 juta dolar AS.

Sebanyak 1.889 rumah mengalami kerusakan, dengan sekitar 1.500 di antaranya hancur total. Kerugian material diperkirakan mencapai 15 juta peso atau sekitar 244 ribu dolar AS, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pendataan.

Kementerian Pendidikan Filipina juga melaporkan kerusakan serius pada sekolah-sekolah di seluruh Mindanao. Penilaian awal menunjukkan 1.159 ruang kelas di 231 sekolah negeri yang tersebar di lima wilayah mengalami kerusakan.

Operasi pencarian dan penyelamatan

Di General Santos, tim penyelamat kembali melanjutkan operasi setelah jeda semalam untuk mengevakuasi dua pekerja yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan supermarket yang ambruk.

Jurnalis AFP melihat anjing pelacak dan tim penyelamat menyisir tumpukan beton pecah dan logam yang bengkok.

Seorang petugas penyelamat mengatakan operasi tersebut kini lebih berfokus pada evakuasi jenazah daripada penyelamatan korban hidup, namun pejabat yang lebih senior menyatakan keputusan tersebut belum ditetapkan secara resmi.

Di sebuah resor pantai terdekat, kapal cepat milik Penjaga Pantai masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang hilang setelah laut bergelora hebat saat gempa terjadi.

Rekaman yang beredar di media sosial pada Senin memperlihatkan runtuhnya sebuah pusat perbelanjaan di General Santos beserta restoran cepat saji Jollibee yang berada di dalamnya. Video lainnya menunjukkan sebuah gedung sekolah kosong ambruk.

Video lain memperlihatkan murid-murid kecil yang dipeluk guru mereka berteriak ketakutan saat gempa terjadi. Pada akhir rekaman terlihat sebuah struktur logam di latar belakang roboh. Dalam pernyataan di laman Facebook resminya, pihak sekolah menyatakan tidak ada orang yang berada di bawah struktur tersebut saat kejadian.

Setelah gempa, ribuan orang di pesisir selatan Filipina dan negara tetangga Indonesia diperintahkan untuk mengungsi. Sejumlah negara dan pusat peringatan tsunami regional mengeluarkan peringatan tsunami.

Namun, menjelang tengah hari, seluruh peringatan tersebut dicabut setelah ancaman tsunami dinyatakan telah berlalu.

Gelombang tsunami yang terukur di pesisir Pasifik Jepang dilaporkan tidak melebihi 20 sentimeter.

Wilayah timur Mindanao sebelumnya juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan 6,7 pada Oktober tahun lalu, yang menewaskan sedikitnya delapan orang.

SUMBER:TRT World & Agencies