Kepala PBB kecam penghancuran kompleks UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki Israel
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel untuk menghentikan penghancuran kompleks UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk tindakan pasukan Israel yang merobohkan bangunan di dalam markas Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki.
“Sekretaris Jenderal mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan otoritas Israel untuk merobohkan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah,” kata juru bicara Guterres, Farhan Haq, pada konferensi pers Selasa.
Menyinggung tentang kekebalan dan ketidakterrusakan kawasan PBB, Haq mengatakan: “Sekretaris Jenderal menilai tindakan eskalasi yang terus berlanjut terhadap UNRWA sama sekali tidak dapat diterima, karena tidak sesuai dengan kewajiban jelas Israel menurut hukum internasional, termasuk sesuai Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi tentang Hak Istimewa dan Kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
“Sekretaris Jenderal mendesak Pemerintah Israel untuk segera menghentikan pengrusakan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah, serta untuk mengembalikan dan memulihkan kompleks dan fasilitas UNRWA lainnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tanpa penundaan,” tambahnya.
Bulan lalu, Knesset Israel mengesahkan undang-undang yang memotong pasokan listrik dan air ke fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur.
Sebelumnya Israel pernah mengambil langkah serupa terhadap UNRWA. Pada 2024, Knesset mengesahkan undang-undang yang melarang kegiatan badan PBB itu di Israel dengan alasan tuduhan bahwa beberapa pegawai UNRWA terlibat dalam peristiwa 7 Oktober 2023—tuduhan yang dibantah oleh badan tersebut.
PBB menyatakan bahwa UNRWA mematuhi standar netralitas yang ketat.