Di tengah kekhawatiran masyarakat akan gejolak pasokan energi akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah, pemerintah memastikan langkah antisipasi telah diambil. Pemerintah secara resmi mengamankan komitmen pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel dari Uni Emirat Arab (UEA).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa kepastian pasokan tersebut diperoleh usai pertemuannya dengan Duta Besar UEA untuk Jakarta, Abdulla Salem Al Dhaheri.
Bagi masyarakat di berbagai daerah yang belakangan dihadapkan pada kekhawatiran gangguan distribusi energi, kepastian ini menjadi angin segar. Djoko memastikan bahwa cadangan minyak dari negeri kaya minyak tersebut dapat ditarik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan mendesak di dalam negeri, meski detail jadwal pengirimannya masih dikoordinasikan lebih lanjut.
Langkah taktis ini merespons instruksi tegas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Sebelumnya, Bahlil menekankan pentingnya mencari jalur pasokan alternatif sesegera mungkin agar stabilitas energi nasional tidak goyah akibat rantai pasok global yang terganggu.
Dengan adanya komitmen tambahan dari UEA ini, pemerintah berharap pasokan energi domestik tetap terjaga aman, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dan distribusi bahan bakar di berbagai wilayah tidak terganggu.























