DUNIA
2 menit membaca
Anwar Ibrahim: Gencatan senjata AS-Iran harus jadi titik balik perdamaian permanen
Perdana Menteri Malaysia menyambut baik proposal perdamaian sepuluh poin Iran yang diterima Amerika Serikat, sembari mengingatkan bahwa diplomasi jujur adalah kunci untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Anwar Ibrahim: Gencatan senjata AS-Iran harus jadi titik balik perdamaian permanen
Aksi unjuk rasa "No War on Iran" di Seattle. / Reuters
4 jam yang lalu

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan terbaru dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pernyataan ini muncul menyusul diterimanya proposal perdamaian "sepuluh poin" yang diajukan Teheran oleh pemerintahan Washington.

Anwar menilai kesepakatan ini sebagai sinyal positif bagi pemulihan stabilitas keamanan, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi tatanan global yang sempat terguncang.

TerkaitTRT Indonesia - Iran: AS menerima proposal perdamaian 10 poin 'secara prinsip'

Diplomasi tanpa tipu daya

Dalam pernyataan resminya, Anwar menekankan bahwa keberhasilan proses negosiasi ke depan sangat bergantung pada itikad baik dari semua pihak yang terlibat. Ia memperingatkan agar proses perundingan dilakukan secara transparan tanpa ada agenda tersembunyi.

"Perundingan damai tidak akan berhasil jika prosesnya diselubungi oleh penipuan dan standar ganda (double-dealing)," tegas Anwar.

Ia berharap rencana sepuluh poin tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi segera diterjemahkan menjadi kesepakatan damai komprehensif yang mencakup wilayah konflik lainnya seperti Irak, Lebanon, dan Yaman.

Sorotan terhadap Palestina dan krisis Gaza

Sebagai pemimpin yang vokal terhadap isu kemanusiaan, Anwar Ibrahim juga mengaitkan momentum gencatan senjata ini dengan nasib rakyat Palestina. Menurutnya, kesepakatan damai di kawasan tidak akan sempurna tanpa berakhirnya kekerasan di tanah Palestina.

"Sangat penting bagi pihak-pihak terkait untuk memastikan berakhirnya genosida dan perampasan hak rakyat Palestina, terutama di Gaza," ujarnya. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk menjamin akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi seluruh warga sipil yang terdampak perang.

Apresiasi untuk diplomasi Pakistan

Secara khusus, Anwar memberikan apresiasi tinggi kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, atas peran diplomatiknya yang berani dalam menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai.

Menurut Anwar, kesediaan Pakistan untuk berbicara dengan semua pihak tanpa rasa takut atau keberpihakan mencerminkan tradisi tinggi solidaritas Muslim dan tanggung jawab internasional. "Malaysia siap mendukung dan melengkapi segala upaya dalam hal ini," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Anwar memperingatkan bahwa dunia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi perdamaian abadi, karena ekonomi dan stabilitas dunia sudah terlalu rapuh untuk menanggung beban konflik lebih lanjut.

TerkaitTRT Indonesia - Bagaimana Trump beralih dari ancaman 'penghancuran' Iran ke gencatan senjata dua minggu
SUMBER:TRT Indonesia