Sungai Jaletreng dan Cisadane tercemar usai kebakaran pabrik kimia di Tangerang Selatan

Petugas gabungan melakukan pemantauan kualitas air serta pendataan dampak lingkungan, dan mengimbau warga agar menghindari aktivitas di sekitar sungai yang terdampak pencemaran.

By
Pencemaran air Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang kimia di Taman Tekno BSD sampai Kota Tangerang. / Foto: DLH Kota Tangerang

Aparat kepolisian dan otoritas kebencanaan di Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Jaletreng dan aliran menuju Sungai Cisadane, menyusul pencemaran serius akibat kebakaran gudang penyimpanan pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, BSD, Kecamatan Setu.

babkan air sungai berubah warna menjadi putih, fenomena yang kemudian viral di media sosial. Perubahan warna tersebut dipastikan berkaitan dengan proses pemadaman api di lokasi gudang kimia.

Kepolisian memastikan kebakaran berasal dari gudang pestisida di kawasan Taman Tekno dan bukan fasilitas produksi aktif. Dugaan awal penyebab insiden adalah hubungan arus pendek listrik, sementara tidak ditemukan korban jiwa. Nilai kerugian material masih dalam proses perhitungan.

Dampak pencemaran tidak hanya terbatas pada Sungai Jaletreng. Aliran menuju Sungai Cisadane juga terdampak, dengan air berwarna putih dan aroma menyengat tercium di sejumlah titik.

Material kimia cair dari gudang insektisida ikut hanyut bersama air dan mencemari badan sungai. Tak lama setelah itu, ikan-ikan terlihat mengambang dalam kondisi mati di sejumlah titik aliran air.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, menegaskan bahwa ikan yang terpapar bahan kimia tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

“Ikan enggak boleh dikonsumsi, ikan-ikan keracunan oleh kimia,” kata Omay kepada RRI.

Petugas pemadam mengerahkan 14 unit armada pemadam, dibantu dua unit mobil pemadam dari kawasan BSD serta dua unit mobil tangki air untuk menjaga suplai air selama proses pemadaman.

Otoritas setempat mencatat kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp2 miliar. Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan kualitas air serta pendataan dampak lingkungan, dan mengimbau warga agar menghindari aktivitas di sekitar sungai yang terdampak pencemaran.