Rusia menyatakan siap melanjutkan pasokan gas ke Uni Eropa jika masih terdapat kelebihan volume setelah memenuhi kebutuhan pasar alternatif, demikian dilaporkan kantor berita negara Rusia, TASS.
“Ada banyak pasokan saat ini. Namun, pasar alternatif sangat rakus; permintaan terhadap pasokan juga sangat besar,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip pada Minggu.
Meski demikian, Peskov menilai Eropa tetap akan menemukan cara untuk membeli gas meskipun Rusia tidak memasoknya.
“Ada begitu banyak fasilitas pencairan gas, baik di Eropa maupun di Timur Tengah, sehingga proses ini—pasar spot—berjalan layaknya organisme hidup,” tambahnya.
Saling tuding pelanggaran
Sementara itu, Ukraina dan Rusia saling menuduh telah melanggar gencatan senjata yang diberlakukan saat Paskah Ortodoks hingga ribuan kali, di tengah perang yang telah memasuki tahun kelima.
Kedua pihak sebelumnya sepakat untuk mematuhi gencatan senjata tersebut, yang diperintahkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis lalu.
Rusia tidak akan memperpanjang gencatan senjata dengan Ukraina pada momen Paskah Ortodoks kecuali Presiden Ukraina menerima syarat yang diajukan, ujar Peskov dalam sebuah wawancara.
“Perdamaian yang berkelanjutan hanya bisa tercapai jika kami mengamankan kepentingan kami dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan sejak awal. Hal ini bisa dilakukan bahkan hari ini. Namun, Zelenskyy harus menerima solusi yang sudah diketahui ini,” kata Peskov, menurut kantor berita Rusia.
“Selama Zelenskyy belum memiliki keberanian untuk mengambil tanggung jawab ini, operasi militer khusus akan terus berlanjut setelah gencatan senjata berakhir,” tambahnya, merujuk pada perang di Ukraina.







