Maskapai bertarif rendah di Filipina hentikan penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar
Krisis energi global yang dipicu ketegangan di Timur Tengah mulai memukul sektor penerbangan Asia Tenggara. Filipina, sebagai salah satu negara paling terdampak, terpaksa merumahkan sejumlah jadwal penerbangan domestik dan internasional.
Industri penerbangan Filipina menghadapi tekanan hebat menyusul keputusan sejumlah maskapai bertarif rendah (low-cost carriers) untuk menangguhkan jadwal penerbangan mereka pada Selasa (14/4). Langkah drastis ini diambil sebagai imbas langsung dari meroketnya harga bahan bakar aviasi yang dipicu oleh krisis energi global.
Melansir laporan Anadolu Agency, guncangan energi ini merupakan buntut dari serangan skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Eskalasi tersebut mengganggu rantai pasok minyak global, terutama bagi ekonomi Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Timur Tengah.
Ketergantungan tinggi terhadap impor minyak
Data yang dikutip dari Financial Times menunjukkan kerentanan negara-negara di Asia Tenggara terhadap fluktuasi harga minyak mentah. Filipina tercatat sangat bergantung pada impor minyak hingga mencapai 95 persen, menempatkannya di posisi kedua setelah Singapura (100 persen).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Indonesia yang relatif lebih tahan banting dengan tingkat ketergantungan impor sebesar 35,2 persen, atau Malaysia yang hanya berada di angka 15,6 persen. Namun, meskipun eksposur Indonesia lebih rendah, kenaikan harga komoditas energi global tetap menjadi perhatian serius bagi stabilitas harga tiket pesawat di dalam negeri.
Status darurat energi nasional
Pemerintah Filipina sendiri telah menetapkan status "Darurat Energi Nasional" sejak 25 Maret lalu. Sebagai langkah penghematan, Manila menerapkan kebijakan empat hari kerja bagi pegawai pemerintah dan membatasi perjalanan yang dianggap tidak mendesak.
Selain itu, pemerintah Filipina telah mengalokasikan dana bantuan sebesar 4 miliar dolar AS untuk menyokong sektor-sektor krusial serta memberikan bantuan tunai bagi pekerja transportasi yang terdampak langsung oleh lonjakan biaya operasional.
Lonjakan harga BBM di Asia Tenggara
Berdasarkan data dari seasia.stats, Filipina mencatatkan kenaikan harga bahan bakar tertinggi di kawasan sejak konflik di Timur Tengah meletus. Berikut adalah perbandingan kenaikan harga di beberapa negara terdampak:
Di terminal bandara Ninoy Aquino, Manila, penumpukan penumpang mulai terlihat seiring dengan ketidakpastian jadwal terbang. Bagi Indonesia, situasi di negara tetangga ini menjadi sinyal waspada bagi maskapai nasional untuk mengantisipasi volatilitas harga avtur agar tidak membebani konsumen menjelang periode mobilisasi tinggi.