DUNIA
3 menit membaca
Putin memperingatkan upaya 'elit Barat' menggagalkan detente AS-Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa jelas tidak semua negara mendukung gagasan untuk menjalin hubungan yang lebih hangat antara dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.
00:00
Putin memperingatkan upaya 'elit Barat' menggagalkan detente AS-Rusia
Putin menyampaikan pidato dalam pertemuan Dewan Dinas Keamanan Federal (FSB) di Moskow, Rusia, 27 Februari 2025. / Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS / Reuters

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan "elit Barat" agar tidak mencoba menghalangi potensi pemulihan hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa Moskow akan menggunakan diplomat dan layanan intelijennya untuk menggagalkan upaya seperti ini.

Berbicara kepada dinas keamanan FSB Rusia, penerus KGB era Soviet dan lembaga yang pernah ia pimpin, Putin pada hari Kamis menyatakan kepuasannya terhadap kemajuan awal dalam upaya memperbaiki hubungan antara Moskow dan Washington, meskipun masih dalam tahap yang awam.

"Saya mencatat bahwa kontak pertama kita dengan pemerintahan baru Amerika memberikan harapan tertentu. Ada suasana saling pengertian untuk bekerja sama memulihkan hubungan antar pemerintah dan secara bertahap menyelesaikan sejumlah besar masalah yang sistemik dan strategis yang telah menumpuk terutama di lanskap keamanan dunia," kata Putin.

Ia juga memuji fakta bahwa "mitra" Rusia saat ini menunjukkan apa yang ia sebut sebagai pragmatisme dan realisme, serta - dalam referensi yang sepertinya ditujukan kepada pemerintahan lama Joe Biden - meninggalkan "klise ideologis" dari pendahulu mereka yang menurutnya telah menyebabkan krisis dalam hubungan internasional.

Putin juga mengatakan bahwa jelas bahwa tidak semua negara akan mendukung gagasan hubungan yang lebih hangat antara dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.

"Kami memahami bahwa tidak semua orang senang dengan dimulainya kembali hubungan Rusia-Amerika. Beberapa elit Barat masih bertekad untuk mempertahankan ketidakstabilan di dunia, dan kekuatan-kekuatan ini akan mencoba mengganggu atau mengkompromikan dialog yang telah kita mulai," kata Putin.

"Kita perlu menyadari hal ini dan menggunakan semua kemungkinan dalam hal diplomasi dan badan intelijen kita untuk menggagalkan upaya-upaya tersebut."

Ia tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dalam pernyataan tersebut. Namun komentarnya tampak seperti merujuk pada Uni Eropa dan Inggris, yang telah menyuarakan kekhawatiran tentang prospek perundingan Rusia-AS untuk mengakhiri perang di Ukraina yang tidak melibatkan Kiev dan Uni Eropa di meja perundingan dan terlalu lunak terhadap Moskow.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada hari Kamis, telah mengatakan bahwa ia akan siap untuk mengirim pasukan Inggris ke Ukraina sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian pasca perang, sesuatu yang ditentang oleh Moskow. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah berbicara mendukung pengerahan pasukan ke wilayah konflik.

Di bagian lain pidatonya, Putin mengatakan kepada para pejabat tinggi FSB bahwa serangan siber terhadap Rusia sedang meningkat, bahwa Moskow harus memperkuat upaya intelijen nya untuk melawan hal ini.

Ia juga meminta Dewan FSB untuk melanjutkan upaya melawan "terorisme internasional" dan untuk melakukan upaya khusus dalam tindakan pencegahan dalam menyangkut perlindungan infrastruktur militer, industri, transportasi, dan energi.

Putin, yang mengatakan bahwa ia masih berharap akan mungkin untuk menciptakan apa yang disebutnya sistem keamanan Eropa dan global yang lebih seimbang, mengatakan bahwa ia percaya bahwa Barat sendiri sekarang berada di tengah krisis yang serius.

"Anda dan saya dapat melihatnya," katanya kepada FSB. "Mereka mulai menghancurkan masyarakat Barat dari dalam. Hal ini dibuktikan dengan berbagai masalah ekonomi di banyak negara Barat dan politik dalam negeri mereka."

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia-Australia dorong stabilitas kawasan dan perkuat kerja sama maritim
Kemlu: Memorandum Badr dengan Türkiye, Pakistan dan Qatar perkuat kapasitas industri pertahanan
Menlu Indonesia dan Australia sepakat perkuat stabilitas kawasan dan kemitraan bilateral
Indonesia dan AS kolaborasi amankan bangkai kapal USS Houston di Selat Sunda
Türkiye gandeng Indonesia, Qatar, dan Pakistan kembangkan produksi alutsista bersama
Kebakaran hutan meluas, Presiden Prabowo sindir negara yang suka hina Indonesia
Ancam turunkan status pasar saham RI, Presiden Prabowo sebut MSCI coba intimidasi Indonesia
Indonesia dan Portugal sepakati pengakuan sertifikat awak kapal perikanan
Uni Eropa kucurkan bantuan Rp4,02 miliar tangani dampak kekeringan di Indonesia
Indonesia desak akses pendidikan Palestina dijamin, BAZNAS salurkan beasiswa Rp22 miliar
Apa itu virus dengue?
Presiden Prabowo beri penghargaan kepada 140 personel Polri usai misi PBB di Afrika Tengah
Menlu Indonesia tegaskan komitmen perkuat PBB dan dorong reformasi multilateralisme
Indonesia dorong OKI perkuat penyelesaian konflik internal dan dukungan bagi Palestina
Indonesia dan Australia kerahkan kapal perang saat latihan bersama, perkuat kekuatan maritim
Guterres apresiasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, soroti peran stabilisasi di Afrika Tengah
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Guterres temui Presiden Prabowo, apresiasi dukungan Indonesia terhadap perdamaian global
Dievakuasi dari pohon setinggi 10 meter, orang utan korban karhutla di Kotim selamat
Kebakaran hutan di Kalimantan kian parah, penyelamatan orang utan melonjak tajam