Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar operasi evakuasi medis udara bagi dua warga yang mengalami luka berat akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses evakuasi darurat menggunakan helikopter tersebut berlangsung pada Kamis (20/8) guna mempercepat penanganan medis intensif bagi para korban.
Berdasarkan dokumentasi resmi Basarnas, tim penyelamat membawa kedua korban yang berada dalam kondisi kritis menuju helikopter untuk diterbangkan dari lokasi terdampak menuju fasilitas kesehatan rujukan. Setibanya di titik pendaratan, korban langsung dipindahkan ke armada ambulans yang telah disiagakan.
Kedua warga tersebut menderita cedera serius menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu (15/8). Guncangan kuat tersebut merusak permukiman serta memutus sejumlah akses darat di kawasan sekitar.
Kondisi geografis yang menantang dan keterbatasan infrastruktur pascabencana mendorong otoritas SAR mengandalkan jalur udara (airlift). Langkah evakuasi medis darurat ini diambil untuk memastikan pasien berisiko tinggi segera mendapatkan tindakan bedah dan perawatan spesialis di rumah sakit rujukan dengan fasilitas yang memadai.



















