Usai mendapat dukungan dari Indonesia, kandidat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, mengapresiasi peran Indonesia dalam memperjuangkan multilateralisme dan kepentingan negara berkembang di lingkungan PBB.
Melansir keterangan di akun X-nya, Lana juga menyambut keterlibatan Jakarta dalam proses pemilihan Sekjen serta mendukung pandangan Indonesia mengenai pentingnya kepemimpinan yang menjunjung hukum internasional dan mampu menyatukan komunitas internasional,
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menegaskan dukungannya terhadap proses pemilihan Sekjen PBB yang kredibel, transparan, dan tidak memihak, di tengah persaingan mencari pengganti Antonio Guterres yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 1 Januari 2027.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia terus mencermati proses seleksi yang kini telah memasuki pemungutan suara informal putaran ketujuh di Dewan Keamanan PBB. Masuknya kandidat Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, dalam bursa pencalonan disebut sebagai bagian dari proses tersebut.
Indonesia menilai pemimpin baru PBB harus mampu memperkuat kerja sama multilateral, menyatukan negara-negara, serta mendorong penghormatan terhadap hukum internasional.
Jakarta juga menekankan pentingnya reformasi PBB, termasuk memperbesar peran dan suara negara-negara berkembang dalam pengambilan keputusan global.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa membutuhkan kepemimpinan yang menyatukan negara-negara dan menghasilkan capaian konkret bagi semua," demikian pernyataan Kemlu RI melalui akun resminya di media sosial X.




























