BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Amerika Serikat targetkan tarif baru untuk panel surya Indonesia
Langkah ini mengikuti kebijakan sebelumnya di mana Washington telah mengenakan tarif terhadap impor panel surya dari sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.
Amerika Serikat targetkan tarif baru untuk panel surya Indonesia
Petugas PLN berjalan di dekat panel surya di pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia, di Desa Oelpuah, Kupang. / Arsip Reuters
16 jam yang lalu

Pemerintah Amerika Serikat melalui United States Department of Commerce akan mengumumkan keputusan awal terkait rencana pengenaan bea anti-subsidi terhadap impor sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos.

Departemen Perdagangan AS juga dijadwalkan merilis keputusan terpisah bulan depan untuk menentukan apakah produk tersebut dijual di pasar AS di bawah biaya produksi, atau praktik dumping.

Kasus ini diajukan oleh Aliansi Amerika Perdagangan Manufaktur Surya, kelompok yang mewakili sebagian pelaku industri panel surya di Amerika Serikat. Aliansi tersebut mencakup perusahaan seperti Hanwha Qcells dan First Solar, yang berupaya melindungi investasi miliaran dolar dalam fasilitas produksi di dalam negeri.

Dalam petisinya, aliansi tersebut menuduh perusahaan-perusahaan China memindahkan basis produksi dari negara yang telah dikenai tarif oleh AS ke Indonesia dan Laos untuk menghindari bea masuk. Produsen berbasis di India juga dituduh menjual produk dengan harga murah di bawah biaya produksi di pasar AS.

TerkaitTRT Indonesia - Produsen panel surya AS menuntut tarif baru atas impor dari Indonesia, India, dan Laos

Kebijakan tarif

Langkah ini mengikuti kebijakan sebelumnya di mana Washington telah mengenakan tarif terhadap impor panel surya dari sejumlah negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand. Penetapan tarif tersebut dalam beberapa kasus bahkan melampaui 200 persen.

Bagi Indonesia, kebijakan ini berpotensi berdampak langsung terhadap ekspor yang tengah meningkat pesat. Data menunjukkan nilai ekspor peralatan fotovoltaik Indonesia mencapai sekitar $279,6 juta pada 2023, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan utama. 

Indonesia kini mulai memainkan peran lebih besar dalam rantai pasok global energi surya, di tengah dominasi Asia sebagai sumber lebih dari 80 persen impor panel surya Amerika Serikat yang nilainya melampaui $15 miliar per tahun.

Pemerintah AS menilai kebijakan tarif diperlukan untuk melindungi industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat basis manufaktur nasional. Potensi tarif baru tersebut menambah tantangan di tengah upaya Indonesia memperluas ekspor dan memperkuat posisi dalam industri energi terbarukan global.

TerkaitTRT Indonesia - AS menetapkan tarif tinggi pada impor panel surya dari Asia Tenggara
SUMBER:TRT Indonesia